Seperti yang kalian lihat diberita, pada hari Jumat tanggal 11 Maret 2011, Negara Jepang dilanda bencana tsunami. Bencana tsunami ini adalah bencana terbesar dalam 100 tahun di Jepang. Tsunami ini terjadi karena gempa dasyat berkekuatan 8,9 menghantam timur laut Jepang yang datang diperkirakan pukul 14.46 waktu setempat diikuti oleh gempa susulan di antaranya berkekuatan 7,4 skala richter sehingga memicu peringatan tsunami setinggi 10 meter. Jepang mendadak lumpuh total, tsunami di Jepang ini menyebabkan banyak korban serta kebakaran. Gambar-gambar televisi menunjukkan terjangan air bah yang membawa puing-puing bangunan. Televisi NHK memperlihatkan kobaran api dan asap hitam mengepul dari sebuah bangunan di Odaiba, daerah pinggiran Tokyo, dan kereta api cepat di utara negara itu dihentikan. Asap hitam juga membubung dari kawasan industri di daerah Yokohama Isogo. Tayangan televisi menunjukkan perahu, mobil dan truk mengambang di air setelah tsunami menghantam kota Kamaichi di utara Jepang. Sebuah jembatan, lokasinya yang tidak diketahui, tampak telah runtuh ke dalam air. Kantor berita Kyodo mengatakan, ada laporan tentang kebakaran di kota Sendai di timur laut. Ratusan pekerja kantor dan pengunjung toko tumpah ke jalan Hitotsugi, di pusat perbelanjaan di Akasaka di pusat kota Tokyo. Gelombang tinggi ini juga menghantam areal pertanian dan menyapu bersih pesesir laut Jepang dan jaringan listrik di sebagian besar wilayah ini padam.
Bencana tsunami di Jepang ini adalah bencana yang terbesar sehingga menimbulkan dampak trauma yang mendalam bagi masyarakatnya. Trauma ini disebut dengan Posttraumatic Stress Disorder (PTSD). Pengertiannya adalah gangguan kecemasan yang terbentuk dari peristiwa atau pengalaman yang tidak menyenangkan, menakutkan, mengerikan maupun mengancam kesehatan. Karakteristik dari stress pasca trauma adalah individu-individu yang pernah mengalami, menyaksikan, dan berhadapan langsung dengan peristiwa yang menyebabkan kematian atau luka serius. Gejala ini dapat berlangsung dalam hitungan hari, minggu, bulan, bahkan tahun tergantung masing-masing individu dan orang sekitarnya yang mampu mendorongnya untuk bangkit dari gejala ini.
Posttraumatic stress disorder dari bencana tsunami di Jepang, antara lain :
•Untuk anak-anak akan sering menangis, mudah marah dan berteriak, mimpi buruk, sulit tidur , tidak mau makan, dan tidak mau bermain.
•Mereka yang mengalaminya akan sulit untuk tidur, merasa ketakutan, emosi yang tidak stabil, menjadi lebih waspada terhadap bahaya yang berisko, dan ketidakberdayaan.
Posttraumatic stress disorder ini bisa ditangani oleh psikiater dan terapi obat. Kita pun juga bisa terlibat dalam penyembuhan ini, dengan cara menjadi pendengar yang baik dan memberi harapan yang realistis. Gangguan ini tidak bisa hilang tapi seringkali sangat berkurang seiring waktu bahkan tanpa obat. Meskipun demikian, beberapa orang menjadi cacat tetap dengan gangguan tersebut.
Sumber :
http://medicastore.com/penyakit/3205/Gangguan_Stress_Pasca-Trauma_PTSD.html
Detiknews Jumat, 18 Maret 2011
Senin, 21 Maret 2011
Senin, 14 Maret 2011
Penyesuaian Diri, Pertumbuhan Personal, dan Stress
Penyesuaian Diri
Pengertian :
a). W.A Gerungan (1996) penyesuaian diri adalah mengubah diri sesuai dengan keadaan
lingkungan, tetapi juga mengubah lingkungan sesuai dengan keadaan (keinginan diri).
Dalam psikologi, penyesuaian diri disebut dengan istilah adjustment. Adjustment itu
sendiri merupakan suatu proses untuk mencari titik temu antara kondisi diri sendiri dan
tuntutan lingkungan.
Aspek-aspek Penyesuaian Diri
.a. Penyesuaian pribadi
Penyesuaian pribadi adalah kemampuan individu untuk menerima dirinya sendiri
sehingga tercapai hubungan yang harmonis antara dirinya dengan lingkungan
sekitarnya.
b. Penyesuaian sosial
Proses saling mempengaruhi satu sama lain dan dari proses tersebut timbul suatu
pola kebudayaan dan tingkah laku sesuai dengan sejumlah aturan, hukum, adat, dan nilai-nilai yang mereka patuhi, demi untuk mencapai penyelesain bagi persoalan-persoalan hidup sehari-hari. Penyesuaian sosial terjadi dalam lingkup hubungan sosial tempat individu hidup dan berinteraksi dengan orang lain, dan hubungan-hubungan tersebut mencakup hubungan dengan masyarakat disekitar tempat tinggal, keluarga, sekolah,teman atau masyarakat luas secara umum.
Penyesuaian diri bersifat relatif karena berbeda-beda dengan norma sosial dan budaya
serta individu itu sendiri berbeda-beda dalam tingkah laku. Kriteria lain dalam
penyesuaian diri yang baik adalah pengendalian diri sendiri yang berarti orang mengatur impuls-impuls, pikiran, kebiasaan, emosi dan tingkah laku berkaitan dengan prinsip yang dikenakan pada diri sendiri. Standar penilaian yang baik dari tingkat penyesuaian diri adalah pengendalian diri sendiri. Bila penyesuaian diri dalam lingkungan tidak dapat diimbangi salah satu akibatnya adalah stress.
Pertumbuhan Personal
Manusia mengalami pertumbuhan didalam kehidupannya. Pertumbuhan adalah
perubahan secara perlahan pada manusia dalam mengenal sesuatu secara keseluruhan
kemudian mengenal bagian-bagian dari lingkungan sekitar yang dikemukakan oleh
gestalt.
Manusia dianugerahi kemampuan untuk meletakkan pertumbuhan karakter dalam
kerangka keterbatasan, pertumbuhan karakter pada mulanya dipahami melalui konteks
metapsikologi, yaitu sebuah usaha memahami manusia dari dinamika psikologi, berupa
kecenderungan tempramental. Selain itu ada pula faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan personal yaitu faktor biologis, geografi dan kebudayaan khusus.
Stress
Dalam pengertian umum adalah reaksi tubuh terhadap situasi yang menimbulkan
tekanan, perubahan, ketegangan emosi, dll.
Stress digolongkan menjadi beberapa bagian, salah satunya adalah stress fisiologis, stress yang disebabkan oleh gangguan struktur, fungsi jaringan organ, sehingga menimbulkan fungsi tubuh tidak normal.
faktor-faktor yang menyebabkan stress yaitu faktor biologis dan sosial kultural. Setiap individu mempunyai kemampuan yang berbeda-beda dalam menahan stress. Semua itu
tergantung pada sifat dan hakikat stress yaitu intensitas, lokal, dan umum serta individu yang terkait dengan proses adaptasi.
Dari segi psikologisnya sumber stress ada 4 yaitu frustasi, konflik, tekanan, krisis. Selain sumber stress ada juga tahapan stress yang pertama adalah stress paling ringan. Stress paling ringan ini disertai perasaan nafsu bekerja yang besar dan berlebihan dan mampu menyelesaikan pekerjaan tanpa memperhitungkan tenaga yang dimiliki. Tahap kedua sampai ketiga adalah stress yang disertai keluhan, seperti bangun pagi tidak segar atau letih, defekasi tdiak teratur, otot semakin tegang, tidak mampu bekerja sepanjang hari,dan aktivitas pekerjaan terasa sulit dan menjenuhkan. Tahap kelima adalah tahap dimana stress ditandai dengan kelebihan fisik dan mental, tahap terakhir atau tahap keenam adalah tahap yang paling berat yaitu tahapan stress dengan tanda-tanda seperti jantung berdebar keras, sesak napas, dan pingsan.
Menurut Dadang Hawari (2001), stress dapat mengenai hampir seluruh sistem tubuh,
seperti relaksasi, visualisasi, circuit breaker dan koridor stress. Teknik singkat untuk menghilangkan stress yaitu melakukan pernapasan dalam, mandi santai dalam bath,
tertawa, pijat, membaca, kecanduan positif (melakukan yang disukai secara teratur),
istirahat teratur, dan ngobrol.
Sumber :
Kesehatan Mental 1 oleh Drs. Yostinus Semium.OFM
Psikologi Untuk Keperawatan oleh Drs. Sunaryo,M.Kes
http://www.scribd.com/doc/47456948/PENYESUAIAN-DIRI diakses tanggal 14 Maret 2011
Pengertian :
a). W.A Gerungan (1996) penyesuaian diri adalah mengubah diri sesuai dengan keadaan
lingkungan, tetapi juga mengubah lingkungan sesuai dengan keadaan (keinginan diri).
Dalam psikologi, penyesuaian diri disebut dengan istilah adjustment. Adjustment itu
sendiri merupakan suatu proses untuk mencari titik temu antara kondisi diri sendiri dan
tuntutan lingkungan.
Aspek-aspek Penyesuaian Diri
.a. Penyesuaian pribadi
Penyesuaian pribadi adalah kemampuan individu untuk menerima dirinya sendiri
sehingga tercapai hubungan yang harmonis antara dirinya dengan lingkungan
sekitarnya.
b. Penyesuaian sosial
Proses saling mempengaruhi satu sama lain dan dari proses tersebut timbul suatu
pola kebudayaan dan tingkah laku sesuai dengan sejumlah aturan, hukum, adat, dan nilai-nilai yang mereka patuhi, demi untuk mencapai penyelesain bagi persoalan-persoalan hidup sehari-hari. Penyesuaian sosial terjadi dalam lingkup hubungan sosial tempat individu hidup dan berinteraksi dengan orang lain, dan hubungan-hubungan tersebut mencakup hubungan dengan masyarakat disekitar tempat tinggal, keluarga, sekolah,teman atau masyarakat luas secara umum.
Penyesuaian diri bersifat relatif karena berbeda-beda dengan norma sosial dan budaya
serta individu itu sendiri berbeda-beda dalam tingkah laku. Kriteria lain dalam
penyesuaian diri yang baik adalah pengendalian diri sendiri yang berarti orang mengatur impuls-impuls, pikiran, kebiasaan, emosi dan tingkah laku berkaitan dengan prinsip yang dikenakan pada diri sendiri. Standar penilaian yang baik dari tingkat penyesuaian diri adalah pengendalian diri sendiri. Bila penyesuaian diri dalam lingkungan tidak dapat diimbangi salah satu akibatnya adalah stress.
Pertumbuhan Personal
Manusia mengalami pertumbuhan didalam kehidupannya. Pertumbuhan adalah
perubahan secara perlahan pada manusia dalam mengenal sesuatu secara keseluruhan
kemudian mengenal bagian-bagian dari lingkungan sekitar yang dikemukakan oleh
gestalt.
Manusia dianugerahi kemampuan untuk meletakkan pertumbuhan karakter dalam
kerangka keterbatasan, pertumbuhan karakter pada mulanya dipahami melalui konteks
metapsikologi, yaitu sebuah usaha memahami manusia dari dinamika psikologi, berupa
kecenderungan tempramental. Selain itu ada pula faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan personal yaitu faktor biologis, geografi dan kebudayaan khusus.
Stress
Dalam pengertian umum adalah reaksi tubuh terhadap situasi yang menimbulkan
tekanan, perubahan, ketegangan emosi, dll.
Stress digolongkan menjadi beberapa bagian, salah satunya adalah stress fisiologis, stress yang disebabkan oleh gangguan struktur, fungsi jaringan organ, sehingga menimbulkan fungsi tubuh tidak normal.
faktor-faktor yang menyebabkan stress yaitu faktor biologis dan sosial kultural. Setiap individu mempunyai kemampuan yang berbeda-beda dalam menahan stress. Semua itu
tergantung pada sifat dan hakikat stress yaitu intensitas, lokal, dan umum serta individu yang terkait dengan proses adaptasi.
Dari segi psikologisnya sumber stress ada 4 yaitu frustasi, konflik, tekanan, krisis. Selain sumber stress ada juga tahapan stress yang pertama adalah stress paling ringan. Stress paling ringan ini disertai perasaan nafsu bekerja yang besar dan berlebihan dan mampu menyelesaikan pekerjaan tanpa memperhitungkan tenaga yang dimiliki. Tahap kedua sampai ketiga adalah stress yang disertai keluhan, seperti bangun pagi tidak segar atau letih, defekasi tdiak teratur, otot semakin tegang, tidak mampu bekerja sepanjang hari,dan aktivitas pekerjaan terasa sulit dan menjenuhkan. Tahap kelima adalah tahap dimana stress ditandai dengan kelebihan fisik dan mental, tahap terakhir atau tahap keenam adalah tahap yang paling berat yaitu tahapan stress dengan tanda-tanda seperti jantung berdebar keras, sesak napas, dan pingsan.
Menurut Dadang Hawari (2001), stress dapat mengenai hampir seluruh sistem tubuh,
seperti relaksasi, visualisasi, circuit breaker dan koridor stress. Teknik singkat untuk menghilangkan stress yaitu melakukan pernapasan dalam, mandi santai dalam bath,
tertawa, pijat, membaca, kecanduan positif (melakukan yang disukai secara teratur),
istirahat teratur, dan ngobrol.
Sumber :
Kesehatan Mental 1 oleh Drs. Yostinus Semium.OFM
Psikologi Untuk Keperawatan oleh Drs. Sunaryo,M.Kes
http://www.scribd.com/doc/47456948/PENYESUAIAN-DIRI diakses tanggal 14 Maret 2011
Senin, 07 Maret 2011
KEPRIBADIAN YANG SEHAT (KESEHATAN MENTAL) 2
ORANG YANG BERFUNGSI SEPENUHNYA (MODEL ROGERS)
• Pendekatan Rogers Terhadap Kepribadian
Rogers bekerja dengan individu-individu yang terganggu mencari bantuan untuk mengubah kepribadian mereka. Rogers mengembangkan suatu metode terapi yang menempatkan tanggung jawab utama terhadap perubahan kepribadian pada klien, karena itu disebut “terapi yang berpusat pada klien” (client-centered therapy).
Menurut Rogers motivasi orang yang sehat adalah aktualisasi diri. Aktualisasi diri adalah proses menjadi diri sendiri dan mengembangkan sifat-sifat dan potensi -potensi psikologis yang unik. Aktualisasi diri akan dibantu atau dihalangi oleh pengalaman dan oleh belajar khususnya dalam masa kanak-kanak. Aktualisasi diri akan berubah sejalan dengan perkembangan hidup seseorang. Ketika mencapai usia tertentu (adolensi) seseorang akan mengalami pergeseran aktualisasi diri dari fisiologis ke psikologis. Jadi manusia yang sadar dan rasional tidak lagi dikontrol oleh peristiwa kanak – kanak seperti yang diajukan oleh aliran freudian, misalnya toilet trainning, penyapihan ataupun pengalaman seksual sebelumnya.
Rogers lebih melihat pada masa sekarang, dia berpendapat bahwa masa lampau memang akan mempengaruhi cara bagaimana seseorang memandang masa sekarang yang akan mempengaruhi juga kepribadiannya. Namun ia tetap berfokus pada apa yang terjadi sekarang bukan apa yang terjadi pada waktu itu.
Konsep diri menurut Rogers adalah kesadaran batin yang tetap, mengenai pengalaman yang berhubungan dengan aku dan membedakan aku dari yang bukan aku. Konsep diri ini terbagi menjadi 2 yaitu konsep diri real dan konsep diri ideal. Untuk menunjukkan apakah kedua konsep diri tersebut sesuai atau tidak, Rogers mengenalkan 2 konsep lagi, yaitu Incongruence dan Congruence. Incongruence adalah ketidakcocokan antara self yang dirasakan dalam pengalaman aktual disertai pertentangan dan kekacauan batin. Sedangkan Congruence berarti situasi di mana pengalaman diri diungkapkan dengan seksama dalam sebuah konsep diri yang utuh, integral, dan sejati.
Setiap manusia memiliki kebutuhan dasar akan kehangatan, penghargaan, penerimaan, pengagungan, dan cinta dari orang lain. Kebutuhan ini disebut need for positive regard, yang terbagi lagi menjadi 2 yaitu conditional positive regard (bersyarat) dan unconditional positive regard (tidak bersyarat).
Rogers menggambarkan pribadi yang berfungsi sepenuhnya adalah pribadi yang mengalami penghargaan positip tanpa syarat. Ini berarti dia dihargai, dicintai karena nilai adanya diri sendiri sebagai person sehingga ia tidak bersifat defensif namun cenderung untuk menerima diri dengan penuh kepercayaan.
• Menurut Rogers ada 5 sifat orang berfungsi sepenuhnya:
1. Keterbukaan pada pengalaman
2. Kehidupan Eksistensial
3. Kepercayaan terhadap Organisme Orang Sendiri
4. Perasaan Bebas
5. Kreativitas
ORANG YANG PRODUKTIF (MODEL FROMM)
• Pendekatan Fromm Terhadap Kepribadian
Fromm melihat kepribadian hanya sebagai suatu produk kebudayaan. Karena itu dia percaya bahwa kesehatan jiwa harus didefinisikan menurut bagaimana baiknya masyarakat menyesuaikan diri dengan kebutuhan-kebutuhan dasar semua individu, bukan menurut bagaimana baiknya individu-individu menyesuaikan diri dengan masyarakat.
• Dorongan Kepribadian yang Sehat
Sebagai organisme yang hidup, kita didorong untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan fisiologis dasar akan kelaparan, kehausan, dan seks. Apa yang penting dalam mempengaruhi kepribadian ialah kebutuhan-kebutuhan psikologis. Semua manusia sehat dan tidak sehat didorong oleh kebutuhan-kebutuhan tersebut, perbedaan antara mereka terletak dalam cara bagaimana kebutuhan-kebutuhan ini dipuaskan. Orang-orang yang sehat memuaskan kebutuhan-kebutuhan psikologis secara kreatif dan produktif. Orang-orang yang sakit memuaskan kebutuhan-kebutuhan tersebut dengan cara-cara irasional.
Fromm mengemukakan lima kebutuhan yang berasal dari dikotomi kebebasan dan keamanan :
1. Hubungan
Manusia menyadari hilangnya ikatan utama dengan alam dan dengan satu sama lain. Kita mengetahui bahwa kita masing-masing terpisah sendirian, dan tak berdaya. Sebagai akibatnya, kita harus mencari ikatan-ikatan baru dengan orang lain, kita harus menemukan suatu perasaan hubungan dengan mereka untuk menggantikan ikatan-ikatan kita yang hilang dengan alam.
Fromm percaya bahwa pemuasan kebutuhan untuk berhubungan atau bersatu dengan orang-orang lain ini sangat penting untuk kesehatan psikologis. Ada beberapa cara untuk menemukan hubungan. Beberapa cara adalah destruktif (tidak sehat), dan cara-cara lainnya konstruktif (sehat). Seseorang dapat berusaha untuk bersatu dengan dunia dengan bersikap tunduk kepada orang lain, kepada suatu kelompok, atau kepada sesuatu yang ideal, seperti Tuhan. Dengan menundukan diri, orang tidak lagi sendirian, tetapi menjadi milik dari seseorang atau sesuatu yang lebih besar daripada dirinya sendiri.
Cara yang sehat untuk berhubungan dengan dunia adalah melalui cinta. Cinta memuaskan kebutuhan akan keamanan dan juga menimbulkan sesuatu perasaan integritas dan individualitas. Fromm tidak mendefinisikan cinta semata-mata dalam pengertian erotis, definisinya meliputi cinta orangtua terhadap anak, cinta kepada diri sendiri, dan dalam pengertian yang lebih luas, solidaritas dengan semua orang dan mencintai mereka.
2. Trasendensi
Erat hubungannya dengan kebutuhan hubungan ialah kebutuhan manusia untuk mengatasi atau melebihi peranan-peranan pasif sebagai ciptaan. Karena menyadari kodrat kelahiran dan kematian aksidental dan watak eksistensi yang serampangan, manusia didorong untuk melebihi keadaan tercipta menjadi pencipta, pembentuk yang aktif dari kehidupannya sendiri. Fromm percaya bahwa dalam perbuatan menciptakan (anak-anak, ide-ide, kesenian, atau barang-barang material) manusia mengatasi kodrat eksistensi yang pasif dan aksidental, dengan demikian mencapai suatu perasaan akan maksud dan kebebasan. Menciptakan ialah cara ideal atau sehat untuk melebihi keadaan binatang yang pasif yang tidak diterima oleh manusia karena kemampuan pikiran dan daya khayalnya.
Fromm percaya bahwa jalan lain untuk kreativitas ialah destruktivitas. Destruktivitas , misalnya kreativitas, merupakan suatu keterlibatan aktif dengan dunia. Inilah satu-satunya pilihan yang dimiliki seseorang, yakni menciptakan atau membinasakannya, mencintai atau membenci, tidak ada cara-cara lain untuk mencapai transendensi. Destruktivitas dan kreativitas keduanya berakar secara mendalam pada kodrat manusia. Akan tetapi, kreativitas merupakan potensi utama dan menyebabkan kesehatan psikologis.
3. Berakar
Cara yang ideal adalah membangun suatu perasaan persaudaraan dengan sesama umat manusia, suatu perasaan keterlibatan, cinta, perhatian, dan partisipasi dalam masyarakat. Perasaan solidaritas dengan orang-orang lain ini memuaskan kebutuhan untuk berakar, untuk berkoneksi dan berhubungan dengan dunia. Cara yang tidak sehat untuk berakar ialah dengan memelihara ikatan-ikatan sumbang masa kanak-kanak dengan ibu.
4. Perasaan Identitas
Manusia juga membutuhkan suatu perasaan identitas sebagai individu yang unik, suatu identitas yang menempatkannya terpisah dari orang-orang lain dalam hal perasannya tentang dia, siapa dan apa. Cara yang sehat untuk memuaskan kebutuhan ini adalah individualitas, proses dimana seseorang mencapai suatu perasaan tertentu tentang identitas diri. Orang-orang dengan perasaan individualitas yang berkembang baik mengalami diri mereka seperti lebih mengontrol kehidupan mereka sendiri dan kehidupan mereka tidak dibentuk oleh orang-orang lain. Dengan cara ini, identitas ditentukan berdasarkan kualitas-kualitas suatu kelompok, bukan berdasarkan kualitas-kualitas diri. Dengan melekat pada norma-norma, nilai-nilai, dan tingkah laku kelompok-kelompok itu, seseorang benar-benar menemukan semacam identitas.
5. Kerangka Orientasi
Dasar yang ideal untuk kerangka orientasi adalah pikiran, yakni sarana yang digunakan seseorang untuk mengembangkan suatu gambaran realistis yang objektif tentang dunia. Yang terkandung dalam hal ini ialah kapasitas untuk melihat dunia (termasuk diri) secara objektif, untuk menggambarkan dunia dengan tepat dan tidak mengubahnya dengan lensa-lensa subjektif dari kebutuhan-kebutuhan dan ketakutan-ketakutan orang sendiri.
Fromm sangat mementingkan persepsi objektif tentang kenyataan. Semakin objektif persepsi kita, semakin juga kita berhubungan dengan kenyataan, jadi semakin matang dan semakin tangkas pula kita dalam menanggulangi dunia luar. Pikiran harus dikembangkan dan diterapkan dalam semua segi kehidupan. Suatu yang kurang ideal dalam membangun suatu kerangka orientasi adalah lewat irasionalitas.
ORANG YANG MENGAKTUALISASIKA-DIRI (MODEL MASLOW)
• Dorongan Kepribadian yang Sehat
Dalam pandangan Maslow, semua manusia memiliki perjuangan atau kecendrungan yang dibawa sejak lahir untuk mengaktualisasika-diri dan ada persyaratan untuk mencapai aktualisasi-diri tersebut. Ada 4 kebutuhan untuk mencapai aktualisasi-diri yang berada dalam tingkat yang lebih rendah, yaitu :
1. Kebutuhan-kebutuhan fisiologis
2. Kebutuhan-kebutuhan akan rasa aman
3. Kebutuhan-kebutuhan akan memiliki dan cinta
4. Kebutuhan-kebutuhan akan penghargaan
• Metakebutuhan-metakebutuhan dan Metapatologi-metapatologi dari Maslow
Maslow membedakan antara kebutuhan dasar (basic-needs) dan kebutuhan tinggi (meta-kebutuhan atau meta-needs). Kebutuhan dasar mencakup kebutuhan tingkat kesatu sampai tingkat keempat. Sedangkan meta-kebutuhan adalah kebutuhan tingkat kelima (kebutuhan akan aktualisasi-diri). Meta-kebutuhan inilah yang menjadi motivasi utama bagi orang yang teraktualisasi-diri. Karena itu kebutuhan tingkat tertinggi ini disebut juga meta-motivasi.
Tujuh belas meta-kebutuhan yang oleh Maslow disebut juga Being-values (B-values; kebutuhan akan pertumbuhan) itu adalah:
1. Kebenaran, dengan meta-patologinya ketidakpercayaan, sinisme, dan skeptisisme.
2. Kebaikan, dengan meta-patologinya kebencian, penolakan, kejijikan, kepercayaan hanya pada dan untuk diri.
3. Keindahan, dengan meta-patologinya kekasaran, kegelisahan, kehilangan selera, rasa suram.
4. Kesatuan, keparipurnaan, dengan meta-patologinya disintegrasi.
5. Transendensi-dikotomi, dengan meta-patologinya pikiran hitam/putih, pandangan salah satu dari dua, pandangan sederhana tentang kehidupan.
6. Penuh energi; proses, dengan meta-patologinya mati, menjadi robot, terdeterminasi, kehilangan emosi dan semangat, kekosongan pengalaman.
7. Keunikan, dengan meta-patologinya kehilangan perasaan diri dan Individualitas, anonim.
8. Kesempurnaan, dengan meta-patologinya keputusasaan, tidak bisa bekerja apa-apa.
9. Kepastian, dengan meta-patologinya kacau-balau, tidak dapat diramalkan.
10. Penyelesaian; penghabisan, dengan meta-patologinya ketidaklengkapan, keputusasaan, berhenti berjuang dan menanggulangi.
11. Keadilan, dengan meta-patologinya kemarahan, sinisme, ketidakpercayaan, pelanggaran hukum, mementingkan diri sendiri.
12. Tata tertib, dengan meta-patologinya ketidakamanan, ketidakwaspadaan, ketidakhati-hatian.
13. Kesederhanaan, dengan meta-patologinya terlalu kompleks, kekacauan, kebingungan, kehilangan orientasi.
14. Kekayaan; keseluruhan; kelengkapan, dengan meta-patologinya depresi, kegelisahan, kehilangan perhatian pada dunia.
15. Tanpa susah payah; santai; tidak tegang, dengan meta-patologinya kelelahan, tegangan, kecanggungan, kejanggalan, kekakuan.
16. Bermain; kejenakaan, dengan meta-patologinya keseraman, depresi, kesedihan.
17. Mencukupi diri sendiri; mandiri, dengan meta-patologinya tidak berarti, putus asa, hidup sia-sia.
Bagi orang yang telah mencapai aktualisasi diri, tidak terpenuhinya satu apalagi beberapa dari meta-kebutuhan itu akan membuatnya sangat kesakitan, lebih sakit daripada kematian.
• Sifat-Sifat Pengaktualisasi-Pengaktualisasi-Diri
Untuk mencapai tingkat aktualisasi-diri, orang harus sudah memenuhi empat kebutuhan sebelumnya. Mereka jangan lagi direpotkan oleh masalah fisiologis, rasa aman, cinta dan memiliki, dan penghargaan. Mereka bebas dari neurosis, psikosis, dan gangguan psikologis lain.
Sifat-sifat berikut ini merupakan manifestasi dari metakebutuhan-metakebutuhan yang disebutkan di atas :
1. Mengamati Realitas Secara Efisien
2. Penerimaan Umum Atas Kodrat, Orang-Orang Lain dan Diri Sendiri
3. Spontanitas, Kesederhanaan, Kewajaran
4. Fokus pada Masalah-masalah di Luar Diri Mereka
5. Memiliki kebutuhan akan privasi dan independensi
6. Berfungsi secara otonom terhadap lingkungan sosial dan fisik
7. Apresiasi yang senantiasa segar
8. Mengalami pengalaman-pengalaman puncak (peak experiences)
9. Minat sosial
10. Hubungan antarpribadi yang kuat
11. Struktur watak demokratis
12. Mampu mengintegrasikan sarana dan tujuan
13. Selera humor yang tidak menimbulkan permusuhan
14. Sangat kreatif
15. Menentang konformitas terhadap kebudayaan
• Referensi :
Schultz, Duane, Psikologi Pertumbuhan: Model-model Kepribadian Sehat, Penerjemah Drs. Yustinus, M.Sc., OFM. (Yogyakarta: Kanisius, 1997).
• Pendekatan Rogers Terhadap Kepribadian
Rogers bekerja dengan individu-individu yang terganggu mencari bantuan untuk mengubah kepribadian mereka. Rogers mengembangkan suatu metode terapi yang menempatkan tanggung jawab utama terhadap perubahan kepribadian pada klien, karena itu disebut “terapi yang berpusat pada klien” (client-centered therapy).
Menurut Rogers motivasi orang yang sehat adalah aktualisasi diri. Aktualisasi diri adalah proses menjadi diri sendiri dan mengembangkan sifat-sifat dan potensi -potensi psikologis yang unik. Aktualisasi diri akan dibantu atau dihalangi oleh pengalaman dan oleh belajar khususnya dalam masa kanak-kanak. Aktualisasi diri akan berubah sejalan dengan perkembangan hidup seseorang. Ketika mencapai usia tertentu (adolensi) seseorang akan mengalami pergeseran aktualisasi diri dari fisiologis ke psikologis. Jadi manusia yang sadar dan rasional tidak lagi dikontrol oleh peristiwa kanak – kanak seperti yang diajukan oleh aliran freudian, misalnya toilet trainning, penyapihan ataupun pengalaman seksual sebelumnya.
Rogers lebih melihat pada masa sekarang, dia berpendapat bahwa masa lampau memang akan mempengaruhi cara bagaimana seseorang memandang masa sekarang yang akan mempengaruhi juga kepribadiannya. Namun ia tetap berfokus pada apa yang terjadi sekarang bukan apa yang terjadi pada waktu itu.
Konsep diri menurut Rogers adalah kesadaran batin yang tetap, mengenai pengalaman yang berhubungan dengan aku dan membedakan aku dari yang bukan aku. Konsep diri ini terbagi menjadi 2 yaitu konsep diri real dan konsep diri ideal. Untuk menunjukkan apakah kedua konsep diri tersebut sesuai atau tidak, Rogers mengenalkan 2 konsep lagi, yaitu Incongruence dan Congruence. Incongruence adalah ketidakcocokan antara self yang dirasakan dalam pengalaman aktual disertai pertentangan dan kekacauan batin. Sedangkan Congruence berarti situasi di mana pengalaman diri diungkapkan dengan seksama dalam sebuah konsep diri yang utuh, integral, dan sejati.
Setiap manusia memiliki kebutuhan dasar akan kehangatan, penghargaan, penerimaan, pengagungan, dan cinta dari orang lain. Kebutuhan ini disebut need for positive regard, yang terbagi lagi menjadi 2 yaitu conditional positive regard (bersyarat) dan unconditional positive regard (tidak bersyarat).
Rogers menggambarkan pribadi yang berfungsi sepenuhnya adalah pribadi yang mengalami penghargaan positip tanpa syarat. Ini berarti dia dihargai, dicintai karena nilai adanya diri sendiri sebagai person sehingga ia tidak bersifat defensif namun cenderung untuk menerima diri dengan penuh kepercayaan.
• Menurut Rogers ada 5 sifat orang berfungsi sepenuhnya:
1. Keterbukaan pada pengalaman
2. Kehidupan Eksistensial
3. Kepercayaan terhadap Organisme Orang Sendiri
4. Perasaan Bebas
5. Kreativitas
ORANG YANG PRODUKTIF (MODEL FROMM)
• Pendekatan Fromm Terhadap Kepribadian
Fromm melihat kepribadian hanya sebagai suatu produk kebudayaan. Karena itu dia percaya bahwa kesehatan jiwa harus didefinisikan menurut bagaimana baiknya masyarakat menyesuaikan diri dengan kebutuhan-kebutuhan dasar semua individu, bukan menurut bagaimana baiknya individu-individu menyesuaikan diri dengan masyarakat.
• Dorongan Kepribadian yang Sehat
Sebagai organisme yang hidup, kita didorong untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan fisiologis dasar akan kelaparan, kehausan, dan seks. Apa yang penting dalam mempengaruhi kepribadian ialah kebutuhan-kebutuhan psikologis. Semua manusia sehat dan tidak sehat didorong oleh kebutuhan-kebutuhan tersebut, perbedaan antara mereka terletak dalam cara bagaimana kebutuhan-kebutuhan ini dipuaskan. Orang-orang yang sehat memuaskan kebutuhan-kebutuhan psikologis secara kreatif dan produktif. Orang-orang yang sakit memuaskan kebutuhan-kebutuhan tersebut dengan cara-cara irasional.
Fromm mengemukakan lima kebutuhan yang berasal dari dikotomi kebebasan dan keamanan :
1. Hubungan
Manusia menyadari hilangnya ikatan utama dengan alam dan dengan satu sama lain. Kita mengetahui bahwa kita masing-masing terpisah sendirian, dan tak berdaya. Sebagai akibatnya, kita harus mencari ikatan-ikatan baru dengan orang lain, kita harus menemukan suatu perasaan hubungan dengan mereka untuk menggantikan ikatan-ikatan kita yang hilang dengan alam.
Fromm percaya bahwa pemuasan kebutuhan untuk berhubungan atau bersatu dengan orang-orang lain ini sangat penting untuk kesehatan psikologis. Ada beberapa cara untuk menemukan hubungan. Beberapa cara adalah destruktif (tidak sehat), dan cara-cara lainnya konstruktif (sehat). Seseorang dapat berusaha untuk bersatu dengan dunia dengan bersikap tunduk kepada orang lain, kepada suatu kelompok, atau kepada sesuatu yang ideal, seperti Tuhan. Dengan menundukan diri, orang tidak lagi sendirian, tetapi menjadi milik dari seseorang atau sesuatu yang lebih besar daripada dirinya sendiri.
Cara yang sehat untuk berhubungan dengan dunia adalah melalui cinta. Cinta memuaskan kebutuhan akan keamanan dan juga menimbulkan sesuatu perasaan integritas dan individualitas. Fromm tidak mendefinisikan cinta semata-mata dalam pengertian erotis, definisinya meliputi cinta orangtua terhadap anak, cinta kepada diri sendiri, dan dalam pengertian yang lebih luas, solidaritas dengan semua orang dan mencintai mereka.
2. Trasendensi
Erat hubungannya dengan kebutuhan hubungan ialah kebutuhan manusia untuk mengatasi atau melebihi peranan-peranan pasif sebagai ciptaan. Karena menyadari kodrat kelahiran dan kematian aksidental dan watak eksistensi yang serampangan, manusia didorong untuk melebihi keadaan tercipta menjadi pencipta, pembentuk yang aktif dari kehidupannya sendiri. Fromm percaya bahwa dalam perbuatan menciptakan (anak-anak, ide-ide, kesenian, atau barang-barang material) manusia mengatasi kodrat eksistensi yang pasif dan aksidental, dengan demikian mencapai suatu perasaan akan maksud dan kebebasan. Menciptakan ialah cara ideal atau sehat untuk melebihi keadaan binatang yang pasif yang tidak diterima oleh manusia karena kemampuan pikiran dan daya khayalnya.
Fromm percaya bahwa jalan lain untuk kreativitas ialah destruktivitas. Destruktivitas , misalnya kreativitas, merupakan suatu keterlibatan aktif dengan dunia. Inilah satu-satunya pilihan yang dimiliki seseorang, yakni menciptakan atau membinasakannya, mencintai atau membenci, tidak ada cara-cara lain untuk mencapai transendensi. Destruktivitas dan kreativitas keduanya berakar secara mendalam pada kodrat manusia. Akan tetapi, kreativitas merupakan potensi utama dan menyebabkan kesehatan psikologis.
3. Berakar
Cara yang ideal adalah membangun suatu perasaan persaudaraan dengan sesama umat manusia, suatu perasaan keterlibatan, cinta, perhatian, dan partisipasi dalam masyarakat. Perasaan solidaritas dengan orang-orang lain ini memuaskan kebutuhan untuk berakar, untuk berkoneksi dan berhubungan dengan dunia. Cara yang tidak sehat untuk berakar ialah dengan memelihara ikatan-ikatan sumbang masa kanak-kanak dengan ibu.
4. Perasaan Identitas
Manusia juga membutuhkan suatu perasaan identitas sebagai individu yang unik, suatu identitas yang menempatkannya terpisah dari orang-orang lain dalam hal perasannya tentang dia, siapa dan apa. Cara yang sehat untuk memuaskan kebutuhan ini adalah individualitas, proses dimana seseorang mencapai suatu perasaan tertentu tentang identitas diri. Orang-orang dengan perasaan individualitas yang berkembang baik mengalami diri mereka seperti lebih mengontrol kehidupan mereka sendiri dan kehidupan mereka tidak dibentuk oleh orang-orang lain. Dengan cara ini, identitas ditentukan berdasarkan kualitas-kualitas suatu kelompok, bukan berdasarkan kualitas-kualitas diri. Dengan melekat pada norma-norma, nilai-nilai, dan tingkah laku kelompok-kelompok itu, seseorang benar-benar menemukan semacam identitas.
5. Kerangka Orientasi
Dasar yang ideal untuk kerangka orientasi adalah pikiran, yakni sarana yang digunakan seseorang untuk mengembangkan suatu gambaran realistis yang objektif tentang dunia. Yang terkandung dalam hal ini ialah kapasitas untuk melihat dunia (termasuk diri) secara objektif, untuk menggambarkan dunia dengan tepat dan tidak mengubahnya dengan lensa-lensa subjektif dari kebutuhan-kebutuhan dan ketakutan-ketakutan orang sendiri.
Fromm sangat mementingkan persepsi objektif tentang kenyataan. Semakin objektif persepsi kita, semakin juga kita berhubungan dengan kenyataan, jadi semakin matang dan semakin tangkas pula kita dalam menanggulangi dunia luar. Pikiran harus dikembangkan dan diterapkan dalam semua segi kehidupan. Suatu yang kurang ideal dalam membangun suatu kerangka orientasi adalah lewat irasionalitas.
ORANG YANG MENGAKTUALISASIKA-DIRI (MODEL MASLOW)
• Dorongan Kepribadian yang Sehat
Dalam pandangan Maslow, semua manusia memiliki perjuangan atau kecendrungan yang dibawa sejak lahir untuk mengaktualisasika-diri dan ada persyaratan untuk mencapai aktualisasi-diri tersebut. Ada 4 kebutuhan untuk mencapai aktualisasi-diri yang berada dalam tingkat yang lebih rendah, yaitu :
1. Kebutuhan-kebutuhan fisiologis
2. Kebutuhan-kebutuhan akan rasa aman
3. Kebutuhan-kebutuhan akan memiliki dan cinta
4. Kebutuhan-kebutuhan akan penghargaan
• Metakebutuhan-metakebutuhan dan Metapatologi-metapatologi dari Maslow
Maslow membedakan antara kebutuhan dasar (basic-needs) dan kebutuhan tinggi (meta-kebutuhan atau meta-needs). Kebutuhan dasar mencakup kebutuhan tingkat kesatu sampai tingkat keempat. Sedangkan meta-kebutuhan adalah kebutuhan tingkat kelima (kebutuhan akan aktualisasi-diri). Meta-kebutuhan inilah yang menjadi motivasi utama bagi orang yang teraktualisasi-diri. Karena itu kebutuhan tingkat tertinggi ini disebut juga meta-motivasi.
Tujuh belas meta-kebutuhan yang oleh Maslow disebut juga Being-values (B-values; kebutuhan akan pertumbuhan) itu adalah:
1. Kebenaran, dengan meta-patologinya ketidakpercayaan, sinisme, dan skeptisisme.
2. Kebaikan, dengan meta-patologinya kebencian, penolakan, kejijikan, kepercayaan hanya pada dan untuk diri.
3. Keindahan, dengan meta-patologinya kekasaran, kegelisahan, kehilangan selera, rasa suram.
4. Kesatuan, keparipurnaan, dengan meta-patologinya disintegrasi.
5. Transendensi-dikotomi, dengan meta-patologinya pikiran hitam/putih, pandangan salah satu dari dua, pandangan sederhana tentang kehidupan.
6. Penuh energi; proses, dengan meta-patologinya mati, menjadi robot, terdeterminasi, kehilangan emosi dan semangat, kekosongan pengalaman.
7. Keunikan, dengan meta-patologinya kehilangan perasaan diri dan Individualitas, anonim.
8. Kesempurnaan, dengan meta-patologinya keputusasaan, tidak bisa bekerja apa-apa.
9. Kepastian, dengan meta-patologinya kacau-balau, tidak dapat diramalkan.
10. Penyelesaian; penghabisan, dengan meta-patologinya ketidaklengkapan, keputusasaan, berhenti berjuang dan menanggulangi.
11. Keadilan, dengan meta-patologinya kemarahan, sinisme, ketidakpercayaan, pelanggaran hukum, mementingkan diri sendiri.
12. Tata tertib, dengan meta-patologinya ketidakamanan, ketidakwaspadaan, ketidakhati-hatian.
13. Kesederhanaan, dengan meta-patologinya terlalu kompleks, kekacauan, kebingungan, kehilangan orientasi.
14. Kekayaan; keseluruhan; kelengkapan, dengan meta-patologinya depresi, kegelisahan, kehilangan perhatian pada dunia.
15. Tanpa susah payah; santai; tidak tegang, dengan meta-patologinya kelelahan, tegangan, kecanggungan, kejanggalan, kekakuan.
16. Bermain; kejenakaan, dengan meta-patologinya keseraman, depresi, kesedihan.
17. Mencukupi diri sendiri; mandiri, dengan meta-patologinya tidak berarti, putus asa, hidup sia-sia.
Bagi orang yang telah mencapai aktualisasi diri, tidak terpenuhinya satu apalagi beberapa dari meta-kebutuhan itu akan membuatnya sangat kesakitan, lebih sakit daripada kematian.
• Sifat-Sifat Pengaktualisasi-Pengaktualisasi-Diri
Untuk mencapai tingkat aktualisasi-diri, orang harus sudah memenuhi empat kebutuhan sebelumnya. Mereka jangan lagi direpotkan oleh masalah fisiologis, rasa aman, cinta dan memiliki, dan penghargaan. Mereka bebas dari neurosis, psikosis, dan gangguan psikologis lain.
Sifat-sifat berikut ini merupakan manifestasi dari metakebutuhan-metakebutuhan yang disebutkan di atas :
1. Mengamati Realitas Secara Efisien
2. Penerimaan Umum Atas Kodrat, Orang-Orang Lain dan Diri Sendiri
3. Spontanitas, Kesederhanaan, Kewajaran
4. Fokus pada Masalah-masalah di Luar Diri Mereka
5. Memiliki kebutuhan akan privasi dan independensi
6. Berfungsi secara otonom terhadap lingkungan sosial dan fisik
7. Apresiasi yang senantiasa segar
8. Mengalami pengalaman-pengalaman puncak (peak experiences)
9. Minat sosial
10. Hubungan antarpribadi yang kuat
11. Struktur watak demokratis
12. Mampu mengintegrasikan sarana dan tujuan
13. Selera humor yang tidak menimbulkan permusuhan
14. Sangat kreatif
15. Menentang konformitas terhadap kebudayaan
• Referensi :
Schultz, Duane, Psikologi Pertumbuhan: Model-model Kepribadian Sehat, Penerjemah Drs. Yustinus, M.Sc., OFM. (Yogyakarta: Kanisius, 1997).
KEPRIBADIAN YANG SEHAT (KESEHATAN MENTAL)
KEPRIBADIAN YANG SEHAT
Kepribadian yang sehat ditinjau dari humanistik, psikoanalisa, dan behaviorisme :
Para ahli psikologi pertumbuhan (yang didominasi oleh ahli psikologi humanistik) menjelaskan bahwa kepribadian sehat sebagai kodrat manusia. Setiap manusia/individu di umpamakan sebagai suatu organisme yang telah tersusun baik secara teratur, yang sudah di tentukan sebelumnya, dengan adanya sifat spontan, kegembiraan membuat setiap individu di ibaratkan sebagai alat pemanas.
Pendapat dari para ahli psikoanalisa ini tidak berbicara mengenai potensi kita tumbuh lebih baik dan bisa dikatakan pendapat para ahli ini memberikan suatu gambaran yang pesimis tentang kodrat manusia. Orang-orang yang menganut ajaran psikoanalisa itu sebagai korban dari kekuatan-kekuatan biologis dan konflik-konflik masa anak-anak.
Pendapat dari para ahli psikologi behaviorisme. Mereka mengatakan bahwa kepribadian sehat manusia itu di ibaratkan seperti suatu mesin, yang artinya dimana manusia bisa sebagai suatu sistem kompleks yang bertingkah laku menurut cara-cara yang sesuai dengan hukum.
ORANG YANG MATANG (MODEL ALLPORT)
• Pendekatan Allport Terhadap Kepribadian
Orang tua Allport menekankan pentingnya kerja keras dan kesalehan, dan mereka membentukanya dengan suasana aman dan kasih sayang, oleh karena Allport lebih optimis tentang kodrat manusia daripada Freud. Dia memperlihatkan suatu keharuan yang luar biasa terhadap manusia karena sifat-sifatnya yang tampaknya bersumber pada masa kanak-kanaknya.
Gambaran kodrat manusia menurut Allport adalah positif, penuh harapan, dan menyanjung-nyanjung. Salah satu pendekatan yang berguna terhadap pemahaman segi pandangan psikologis Allport adalah mengemukakan tema-tema pokok dari teorinya tentang kepribadian dan menunjukkan bagaimana tema-tema itu berbeda dari apa yang terdapat pada Freud.
Menurut Allport kepribadian-kepribadian yang matang tidak dikontrol oleh trauma-trauma dan konflik-konflik masa kanak-kanak. Orang-orang yang neurotis terikat atau terjalin erat pada pengalaman-pengalaman masa kanak-kanak, tetapi orang-orang yang sehat bebas dari paksaan-paksaan masa lampau. Pandangan orang sehat adalah ke depan, kepada peristiwa-peristiwa kontemporer dan peristiwa-peristiwa yang akan datang dan tidak mundur kembali kepada peristiwa-peristiwa masa kanan-kanak. Segi pandang yang sehat ini memberi jauh lebih banyak kebebasan dalam memilih dan bertindak.
Karena Allport mengetahui perbedaan-perbedaan antara manusia yang neurotis dan manusia yang sehat ini, maka dia lebih suka mempelajari hanya orang-orang dewasa yang matang dan kerena itu sistem dari Allport hanya berorientasi pada kesehatan.
• Motivasi pada Pribadi yang Sehat
Allport percaya bahwa masalah yang sangat penting bagi para ahli psikologi yang memperlajari kepribadian ialah usaha untuk menerangkan motivasi. Menurut Allport, motif-motif seorang dewasa bukan perpanjangan atau perluasan motif-motif masa kanak-kanak. Motif-motif orang dewasa secara fungsional otonom terhadap masa kanak-kanak , yakni motif-motif itu tidak tergantung pada keadaan-keadaan asli.
“Kodrat intensional” (intentional nature) kepribadian sehat (perjuangan ke arah masa depan) mempersatukan dan mengintegrasikan seluruh kepribadian. Kendati mungkin seseorang ditimpa oleh masalah-masalah dan konflik-konflik (dan bahkan kepribadian yang sehat tidak sama sekali bebas dari masalah-masalah), kepribadiannya dalam arti tertentu dapat menjadi utuh dengan mengintegrasikan semua seginya untuk mencapai tujuan-tujuan dan intensi-intensi.
Manusia yang sehat memiliki kebutuhan terus-menerus akan variasi, sensasi dan tantangan-tantangan baru. Mereka tidak suka akan hal yang rutin dan mencari pengalaman baru. Mereka mengambil resiko, berspekulasi dan menyelidiki hal baru. Allport percaya melalui pengalaman dan resiko yang yang menimbulkan tegangan ini, manusia dapat tumbuh.
• Kriteria Kepribadian yang Matang
Tujuh kriteria kematangan ini merupakan pandangan-pandangan Allport tentang sifat-sifat khusus dari kepribadian sehat.
1. Perluasan Perasaan Diri
Ketika diri berkembang maka diri itu meluas menjangkau banyak orang dan benda. Pertama, diri berpusat pada individu, kemudian ketika lingkaran pengalaman bertumbuh maka diri bertambah luas meliputi nilai-nilai dan cita-cita yang abstrak. Ketika orang berkembang menjadi matang maka, dia mengembangkan perhatian-perhatian diluar diri. Akan tetapi tidak cukup hanya berinteraksi dengan sesuatu atau seseorang diluar dirinya oleh karena itu, orang harus menjadi partisipan yang langsung dan penuh.
Semakin seseorang terlibat sepenuhnya dengan berbagai aktifitas atau orang atau ide, maka semakin juga dia akan sehat secara psikologis. Diri akan menjadi tertanam dalam aktifitas yang penuh arti dan aktifitas ini menjadi perluasan perasaan diri.
2. Hubungan Diri yang Hangat dengan Orang-orang Lain
Allport membedakan 2 macam kehangatan dalam hubungan dengan orang-orang lain yaitu, kapasitas untuk keintiman dan kapasitas untuk perasaan terharu.
Orang yang sehat secara psikologis mampu memperlihatkan keintiman (cinta) terhadap orang tua, anak, partner, dan teman akrab. Syarat lain bagi kapasitas untuk keintiman ialah suatu perasaan identitas diri yang berkembang dengan baik.
Hubungan cinta dari orang-orang yang neurotis dengan hubungan cinta dari kepribadian-kepribadian yang sehat mempunyai perbedaan. Orang yang neurotis harus menerima cinta jauh lebih banyak dari pada kemampuan mereka untuk memberinya. Cinta dari orang yang sehat adalah tanpa syarat, tidak melumpuhkan atau mengikat.
Tipe kehangatan yang kedua, perasaan terharu adalah suatu pemahaman tentang kondisi dasar perasaan kekeluargaan dengan semua bangsa. Orang yang sehat memiliki kapasitas untuk memahami kesakitan-kesakitan, penderitaan-penderitaan, dan kegagalan-kegagalan yang merupakan ciri kehidupan manusia. Orang yang matang sabar terhadap tingkah laku orang-orang lain dan tidak mengadili atau menghukumnya. Orang yang sehat mengakui kelemahan manusia dan mengetahui bahwa dia memiliki kelemahan yang sama. Akan tetapi orang neurotis tidak sabar dan tidak mampu memahami sifat universal dari pengalaman-pengalaman dasar manusia.
3. Keamanan emosional
Kualitas utama dari kepribadian yang sehat adalah penerimaan diri. Kepribadian yang sehat menerima semua segi yang ada dari mereka, termasuk kelemahan dan kekurangan secara pasif pada kelemahan dan kekurangan tersebut, mereka juga mampu menerima emosi-emosi manusia dan tidak bersembunyi dari emosi itu, dan mengontrol emosi-emosi mereka sehingga emosi ini tidak mengganggu aktivitas antar pribadi. Akan tetapi orang neurotis menyerah pada emosi apa saja yang dominan pada saat itu. Berkali-kali memperlihatkan kemarahan atau kebencian walaupun perasaan ini mungkin tidak tepat.
Orang yang sehat mampu hidup dengan inti dan segi-segi lain dalam kodrat manusia, dengan sedikit konflik dalam diri mereka atau dengan masyarakat. Kualitas lain dari keamanan emosional ialah “sabar terhadap kekecewaan”. Hal ini menunjukan bagaimana seseorang bereaksi terhadap tekanan dan hambatan dari kemauan dan keinginan. Orang yang sehat sabar menghadapi kemunduran, mereka tidak menyerahkan diri pada kekecewaan, tetapi mampu memikirkan cara yang berbeda dan tidak bebas dari perasaan-perasaan tidak aman dan ketakutan-ketakutan, tetapi mereka merasa kurang terancam dan dapat menanggulangi perasaan tersebut dengan lebih baik dari pada orang yang neurotis.
4. Persepsi Realistis
Orang yang sehat memandang dunia mereka secara objektif. Sebaliknya, orang yang neurotis kerap kali harus mengubah realitas supaya membuatnya sesuai dengan keinginan-keinginan, kebutuhan-kebutuhan dan ketakutan-ketakutan mereka sendiri. Mereka tidak perlu percaya bahwa orang lain atau situasi semuanya jahat atau baik menurut suatu prasangka pribadi terhadap realitas. Mereka menerima realitas sebagaimana adanya.
5. Ketrampilan-ketrampilan dan Tugas-tugas
Allport menekankan pentingnya pekerjaan dan perlunya meneggelamkan diri sendiri didalamnya. Keberhasilan dalam pekerjaan menunjukan perkembangan ketrampilan dan bakat tertentu (suatu tingkat kemampuan). Allport juga mengemukakan ada kemungkinan bahwa orang-orang yang memiliki ketrampilan menjadi neurotis. Akan tetapi tidak mungkin menemukan orang yang sehat dan matang yang tidak mengarahkan ketrampilan mereka pada pekerjaan mereka.
Komitmen dalam orang sehat begitu kuat sehingga mereka sanggup menenggelamkan semua pertahanan yang berhubungan dengan ego dan dorongan (seperti kebanggaan) ketika mereka terbenam dalam pekerjaan mereka. Pekerjaan ini ada hubungannya dengan tanggung jawab dan kelangsungan hidup yang positif. Pekerjaan dan tanggung jawab memberikan arti dan perasaan kontinuitas untuk hidup. Tidak mungkin mencapai kematangan dan kesahatan psikologis yang positif tanpa melakukan pekerjaan yang penting dan melakukannya dengan dedikasi, komitmen, dan keterampilan-keterampilan.
6. Pemahaman Diri
Usaha untuk mengetahui diri secara objektif mulai pada awal kehidupan dan tidak akan pernah berhenti tetapi ada kemungkinan mencapai suatu tingkat pemahaman diri tertentu yang berguna dalam setiap usia. Orang yang memiliki suatu tingkat pemahaman diri yang tinggi atau wawasan diri tidak mungkin memproyeksikan kualitas-kualitas pribadinya yang negative kepada orang lain. Orang yang memiliki wawasan diri yang lebih baik adalah lebih cerdas dari pada orang yang memiliki wawasan diri yang kurang.
7. Filsafat Hidup yang Mempersatukan
Allport menyebut dorongan yang mempersatukan ini “arah”, dan lebih kelihatan pada kepribadian-kepribadian yang sehat dari pada orang yang neurotis. Arah itu membimbing semua segi kehidupan seseorang menuju suatu tujuan serta memberikan orang itu suatu alasan untuk hidup. Tanpa tujuan kita mungkin akan mengalami masalah kepribadian. Menurut Allport mustahil memiliki suatu kepribadian yang sehat tanpa aspirasi dan arah ke masa depan.
Allport menekankan bahwa nilai-nilai (bersama dengan tujuan-tujuan) adalah sangat penting bagi perkembangan suatu filsafat hidup yang mempersatukan. Seorang individu dapat memilih diantara berbagai nilai dan nilai itu mungkin berhubungan dengan diri sendiri atau mungkin oleh banyak orang lain. Orang neurotis tidak memiliki nilai atau hanya memiliki nilai yang terpecah-pecah dan bersifat sementara. Nilai ini tidak tetap atau cukup kuat untuk mengikat atau mempersatukan semua segi kehidupan.
Suara hati juga berperan dalam suatu filsafat hidup yang mempersatukan. Allport mengemukakan perbedaan antara suara hati yang matang dan yang tidak matang. Suara hati yang matang sama seperti suara kanak-kanak yang patuh penuh pembatasan dan larangan yang dibawa dari masa kanak-kanak ke dalam masa dewasa. Suara hati yang tidak matang bercirikan perasaan “harus” dan bukan “sebaiknya”. Suara hati yang matang adalah suatu perasaan kewajiban dan tanggung jawab kepada diri sendiri dan kepada orang-orang lain, dan mungkin berakar dalam nilai-nilai agama atau nilai-nilai etis.
• Referensi :
Schultz, Duane, Psikologi Pertumbuhan: Model-model Kepribadian Sehat, Penerjemah Drs. Yustinus, M.Sc., OFM. (Yogyakarta: Kanisius, 1997).
Kepribadian yang sehat ditinjau dari humanistik, psikoanalisa, dan behaviorisme :
Para ahli psikologi pertumbuhan (yang didominasi oleh ahli psikologi humanistik) menjelaskan bahwa kepribadian sehat sebagai kodrat manusia. Setiap manusia/individu di umpamakan sebagai suatu organisme yang telah tersusun baik secara teratur, yang sudah di tentukan sebelumnya, dengan adanya sifat spontan, kegembiraan membuat setiap individu di ibaratkan sebagai alat pemanas.
Pendapat dari para ahli psikoanalisa ini tidak berbicara mengenai potensi kita tumbuh lebih baik dan bisa dikatakan pendapat para ahli ini memberikan suatu gambaran yang pesimis tentang kodrat manusia. Orang-orang yang menganut ajaran psikoanalisa itu sebagai korban dari kekuatan-kekuatan biologis dan konflik-konflik masa anak-anak.
Pendapat dari para ahli psikologi behaviorisme. Mereka mengatakan bahwa kepribadian sehat manusia itu di ibaratkan seperti suatu mesin, yang artinya dimana manusia bisa sebagai suatu sistem kompleks yang bertingkah laku menurut cara-cara yang sesuai dengan hukum.
ORANG YANG MATANG (MODEL ALLPORT)
• Pendekatan Allport Terhadap Kepribadian
Orang tua Allport menekankan pentingnya kerja keras dan kesalehan, dan mereka membentukanya dengan suasana aman dan kasih sayang, oleh karena Allport lebih optimis tentang kodrat manusia daripada Freud. Dia memperlihatkan suatu keharuan yang luar biasa terhadap manusia karena sifat-sifatnya yang tampaknya bersumber pada masa kanak-kanaknya.
Gambaran kodrat manusia menurut Allport adalah positif, penuh harapan, dan menyanjung-nyanjung. Salah satu pendekatan yang berguna terhadap pemahaman segi pandangan psikologis Allport adalah mengemukakan tema-tema pokok dari teorinya tentang kepribadian dan menunjukkan bagaimana tema-tema itu berbeda dari apa yang terdapat pada Freud.
Menurut Allport kepribadian-kepribadian yang matang tidak dikontrol oleh trauma-trauma dan konflik-konflik masa kanak-kanak. Orang-orang yang neurotis terikat atau terjalin erat pada pengalaman-pengalaman masa kanak-kanak, tetapi orang-orang yang sehat bebas dari paksaan-paksaan masa lampau. Pandangan orang sehat adalah ke depan, kepada peristiwa-peristiwa kontemporer dan peristiwa-peristiwa yang akan datang dan tidak mundur kembali kepada peristiwa-peristiwa masa kanan-kanak. Segi pandang yang sehat ini memberi jauh lebih banyak kebebasan dalam memilih dan bertindak.
Karena Allport mengetahui perbedaan-perbedaan antara manusia yang neurotis dan manusia yang sehat ini, maka dia lebih suka mempelajari hanya orang-orang dewasa yang matang dan kerena itu sistem dari Allport hanya berorientasi pada kesehatan.
• Motivasi pada Pribadi yang Sehat
Allport percaya bahwa masalah yang sangat penting bagi para ahli psikologi yang memperlajari kepribadian ialah usaha untuk menerangkan motivasi. Menurut Allport, motif-motif seorang dewasa bukan perpanjangan atau perluasan motif-motif masa kanak-kanak. Motif-motif orang dewasa secara fungsional otonom terhadap masa kanak-kanak , yakni motif-motif itu tidak tergantung pada keadaan-keadaan asli.
“Kodrat intensional” (intentional nature) kepribadian sehat (perjuangan ke arah masa depan) mempersatukan dan mengintegrasikan seluruh kepribadian. Kendati mungkin seseorang ditimpa oleh masalah-masalah dan konflik-konflik (dan bahkan kepribadian yang sehat tidak sama sekali bebas dari masalah-masalah), kepribadiannya dalam arti tertentu dapat menjadi utuh dengan mengintegrasikan semua seginya untuk mencapai tujuan-tujuan dan intensi-intensi.
Manusia yang sehat memiliki kebutuhan terus-menerus akan variasi, sensasi dan tantangan-tantangan baru. Mereka tidak suka akan hal yang rutin dan mencari pengalaman baru. Mereka mengambil resiko, berspekulasi dan menyelidiki hal baru. Allport percaya melalui pengalaman dan resiko yang yang menimbulkan tegangan ini, manusia dapat tumbuh.
• Kriteria Kepribadian yang Matang
Tujuh kriteria kematangan ini merupakan pandangan-pandangan Allport tentang sifat-sifat khusus dari kepribadian sehat.
1. Perluasan Perasaan Diri
Ketika diri berkembang maka diri itu meluas menjangkau banyak orang dan benda. Pertama, diri berpusat pada individu, kemudian ketika lingkaran pengalaman bertumbuh maka diri bertambah luas meliputi nilai-nilai dan cita-cita yang abstrak. Ketika orang berkembang menjadi matang maka, dia mengembangkan perhatian-perhatian diluar diri. Akan tetapi tidak cukup hanya berinteraksi dengan sesuatu atau seseorang diluar dirinya oleh karena itu, orang harus menjadi partisipan yang langsung dan penuh.
Semakin seseorang terlibat sepenuhnya dengan berbagai aktifitas atau orang atau ide, maka semakin juga dia akan sehat secara psikologis. Diri akan menjadi tertanam dalam aktifitas yang penuh arti dan aktifitas ini menjadi perluasan perasaan diri.
2. Hubungan Diri yang Hangat dengan Orang-orang Lain
Allport membedakan 2 macam kehangatan dalam hubungan dengan orang-orang lain yaitu, kapasitas untuk keintiman dan kapasitas untuk perasaan terharu.
Orang yang sehat secara psikologis mampu memperlihatkan keintiman (cinta) terhadap orang tua, anak, partner, dan teman akrab. Syarat lain bagi kapasitas untuk keintiman ialah suatu perasaan identitas diri yang berkembang dengan baik.
Hubungan cinta dari orang-orang yang neurotis dengan hubungan cinta dari kepribadian-kepribadian yang sehat mempunyai perbedaan. Orang yang neurotis harus menerima cinta jauh lebih banyak dari pada kemampuan mereka untuk memberinya. Cinta dari orang yang sehat adalah tanpa syarat, tidak melumpuhkan atau mengikat.
Tipe kehangatan yang kedua, perasaan terharu adalah suatu pemahaman tentang kondisi dasar perasaan kekeluargaan dengan semua bangsa. Orang yang sehat memiliki kapasitas untuk memahami kesakitan-kesakitan, penderitaan-penderitaan, dan kegagalan-kegagalan yang merupakan ciri kehidupan manusia. Orang yang matang sabar terhadap tingkah laku orang-orang lain dan tidak mengadili atau menghukumnya. Orang yang sehat mengakui kelemahan manusia dan mengetahui bahwa dia memiliki kelemahan yang sama. Akan tetapi orang neurotis tidak sabar dan tidak mampu memahami sifat universal dari pengalaman-pengalaman dasar manusia.
3. Keamanan emosional
Kualitas utama dari kepribadian yang sehat adalah penerimaan diri. Kepribadian yang sehat menerima semua segi yang ada dari mereka, termasuk kelemahan dan kekurangan secara pasif pada kelemahan dan kekurangan tersebut, mereka juga mampu menerima emosi-emosi manusia dan tidak bersembunyi dari emosi itu, dan mengontrol emosi-emosi mereka sehingga emosi ini tidak mengganggu aktivitas antar pribadi. Akan tetapi orang neurotis menyerah pada emosi apa saja yang dominan pada saat itu. Berkali-kali memperlihatkan kemarahan atau kebencian walaupun perasaan ini mungkin tidak tepat.
Orang yang sehat mampu hidup dengan inti dan segi-segi lain dalam kodrat manusia, dengan sedikit konflik dalam diri mereka atau dengan masyarakat. Kualitas lain dari keamanan emosional ialah “sabar terhadap kekecewaan”. Hal ini menunjukan bagaimana seseorang bereaksi terhadap tekanan dan hambatan dari kemauan dan keinginan. Orang yang sehat sabar menghadapi kemunduran, mereka tidak menyerahkan diri pada kekecewaan, tetapi mampu memikirkan cara yang berbeda dan tidak bebas dari perasaan-perasaan tidak aman dan ketakutan-ketakutan, tetapi mereka merasa kurang terancam dan dapat menanggulangi perasaan tersebut dengan lebih baik dari pada orang yang neurotis.
4. Persepsi Realistis
Orang yang sehat memandang dunia mereka secara objektif. Sebaliknya, orang yang neurotis kerap kali harus mengubah realitas supaya membuatnya sesuai dengan keinginan-keinginan, kebutuhan-kebutuhan dan ketakutan-ketakutan mereka sendiri. Mereka tidak perlu percaya bahwa orang lain atau situasi semuanya jahat atau baik menurut suatu prasangka pribadi terhadap realitas. Mereka menerima realitas sebagaimana adanya.
5. Ketrampilan-ketrampilan dan Tugas-tugas
Allport menekankan pentingnya pekerjaan dan perlunya meneggelamkan diri sendiri didalamnya. Keberhasilan dalam pekerjaan menunjukan perkembangan ketrampilan dan bakat tertentu (suatu tingkat kemampuan). Allport juga mengemukakan ada kemungkinan bahwa orang-orang yang memiliki ketrampilan menjadi neurotis. Akan tetapi tidak mungkin menemukan orang yang sehat dan matang yang tidak mengarahkan ketrampilan mereka pada pekerjaan mereka.
Komitmen dalam orang sehat begitu kuat sehingga mereka sanggup menenggelamkan semua pertahanan yang berhubungan dengan ego dan dorongan (seperti kebanggaan) ketika mereka terbenam dalam pekerjaan mereka. Pekerjaan ini ada hubungannya dengan tanggung jawab dan kelangsungan hidup yang positif. Pekerjaan dan tanggung jawab memberikan arti dan perasaan kontinuitas untuk hidup. Tidak mungkin mencapai kematangan dan kesahatan psikologis yang positif tanpa melakukan pekerjaan yang penting dan melakukannya dengan dedikasi, komitmen, dan keterampilan-keterampilan.
6. Pemahaman Diri
Usaha untuk mengetahui diri secara objektif mulai pada awal kehidupan dan tidak akan pernah berhenti tetapi ada kemungkinan mencapai suatu tingkat pemahaman diri tertentu yang berguna dalam setiap usia. Orang yang memiliki suatu tingkat pemahaman diri yang tinggi atau wawasan diri tidak mungkin memproyeksikan kualitas-kualitas pribadinya yang negative kepada orang lain. Orang yang memiliki wawasan diri yang lebih baik adalah lebih cerdas dari pada orang yang memiliki wawasan diri yang kurang.
7. Filsafat Hidup yang Mempersatukan
Allport menyebut dorongan yang mempersatukan ini “arah”, dan lebih kelihatan pada kepribadian-kepribadian yang sehat dari pada orang yang neurotis. Arah itu membimbing semua segi kehidupan seseorang menuju suatu tujuan serta memberikan orang itu suatu alasan untuk hidup. Tanpa tujuan kita mungkin akan mengalami masalah kepribadian. Menurut Allport mustahil memiliki suatu kepribadian yang sehat tanpa aspirasi dan arah ke masa depan.
Allport menekankan bahwa nilai-nilai (bersama dengan tujuan-tujuan) adalah sangat penting bagi perkembangan suatu filsafat hidup yang mempersatukan. Seorang individu dapat memilih diantara berbagai nilai dan nilai itu mungkin berhubungan dengan diri sendiri atau mungkin oleh banyak orang lain. Orang neurotis tidak memiliki nilai atau hanya memiliki nilai yang terpecah-pecah dan bersifat sementara. Nilai ini tidak tetap atau cukup kuat untuk mengikat atau mempersatukan semua segi kehidupan.
Suara hati juga berperan dalam suatu filsafat hidup yang mempersatukan. Allport mengemukakan perbedaan antara suara hati yang matang dan yang tidak matang. Suara hati yang matang sama seperti suara kanak-kanak yang patuh penuh pembatasan dan larangan yang dibawa dari masa kanak-kanak ke dalam masa dewasa. Suara hati yang tidak matang bercirikan perasaan “harus” dan bukan “sebaiknya”. Suara hati yang matang adalah suatu perasaan kewajiban dan tanggung jawab kepada diri sendiri dan kepada orang-orang lain, dan mungkin berakar dalam nilai-nilai agama atau nilai-nilai etis.
• Referensi :
Schultz, Duane, Psikologi Pertumbuhan: Model-model Kepribadian Sehat, Penerjemah Drs. Yustinus, M.Sc., OFM. (Yogyakarta: Kanisius, 1997).
Senin, 21 Februari 2011
Kesehatan Mental "Memahami Psikologi dan Kesehatan Mental Orang Tua Tunggal"
Pendahuluan
Beberapa tingkah laku masyarakat yang beraneka ragam mendorong para ahli Ilmu Psikologi untuk menyelidiki apa penyebab perbedaan tingkah laku orang-orang dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu, juga menyelidiki penyebab seseorang tidak mampu memperoleh ketenangan dan kebahagiaan dalam kehidupannya. Usaha ini kemudian melahirkan satu cabang termuda dari ilmu Psikologi, yaitu Kesehatan mental (Mental Hygiene) (Yusak Burhanuddin, 1999: 10).
Kesehatan mental, sebagai disiplin ilmu yang merupakan bagian dari psikologi agama, terus berkembang dengan pesat. Hal ini tidak terlepas dari masyarakat yang selalu membutuhkan solusi-solusi dari berbagai problema kehidupan. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi belum mampu memenuhi kebutuhan ruhani, bahkan menambah permasalahan-permasalahan baru, seperti kecemasan dengan kemewahan hidup. Akibat lain adalah rasionalitas teknologi lebih diutamakan sehingga nilai kemanusiaan diabaikan. Demikian ungkap Sayyid Husain Nasr.
Pada bagian lain, berbagai persoalan hidup yang melanda bangsa Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan krisis multi dimensi di berbagai pelosok nusantara. Belum tuntas permasalahan ekonomi, muncul konflik berbau Sara, baru saja meredam pertikaian tersebut, bangsa kita dilanda berbagai bencana, semakin memperbukuk kondisi mental bangsa ini. Menurut Sururin persoalan kesehatan mental perlu perhatian serius semenjak adanya asumsi bahwa 2% bangsa Indonesia terganggu jiwanya.
Di samping itu, adanya perhatian manusia yang besar terhadap kesejahteraan hidupnya, serta adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya dilakukan pembinaan kesejahteraan hidup bersama ikut mempercepat perkembangan ilmu kesehatan mental.
II. Kesehatan Mental
A. Sejarah Kesehatan Mental
Setelah Perang Dunia II, perhatian masyarakat mengenai kesehatan jiwa semakin bertambah. Kesehatan mental bukan suatu hal yang baru bagi peradaban manusia. Pepatah Yunani tentang mens sana in confore sano merupakan satu indikasi bahwa masyarakat di zaman sebelum masehi pun sudah memperhatikan betapa pentingnya aspek kesehatan mental.
Yang tercatat dalam sejarah ilmu, khususnya di bidang kesehatan mental, kita dapat memahami bahwa gangguan mental itu telah terjadi sejak awal peradaban manusia dan sekaligus telah ada upaya-upaya mengatasinya sejalan dengan peradaban. Untuk lebih lanjutnya, berikut dikemukakan secara singkat tentang sejarah perkembangan kesehatan mental.
Seperti juga psikologi yang mempelajari hidup kejiwaan manusia, dan memiliki usia sejak adanya manusia di dunia, maka masalah kesehatan jiwa itupun telah ada sejak beribu-ribu tahun yang lalu dalam bentuk pengetahuan yang sederhana.
Beratus-ratus tahun yang lalu orang menduga bahwa penyebab penyakit mental adalah syaitan-syaitan, roh-roh jahat dan dosa-dosa. Oleh karena itu para penderita penyakit mental dimasukkan dalam penjara-penjara di bawah tanah atau dihukum dan diikat erat-erat dengan rantai besi yang berat dan kuat. Namun, lambat laun ada usaha-usaha kemanusiaan yang mengadakan perbaikan dalam menanggulangi orang-orang yang terganggu mentalnya ini. Philippe Pinel di Perancis dan William Tuke dari Inggris adalah salah satu contoh orang yang berjasa dalam mengatasi dan menanggulangi orang-orang yang terkena penyakit mental. Masa-masa Pinel dan Tuke ini selanjutnya dikenal dengan masa pra ilmiah karena hanya usaha dan praksis yang mereka lakukan tanpa adanya teori-teori yang dikemukakan.
Masa selanjutnya adalah masa ilmiah, dimana tidak hanya praksis yang dilakukan tetapi berbagai teori mengenai kesehatan mental dikemukakan. Masa ini berkembang seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan alam di Eropa.
Dorothea Dix merupakan seorang pionir wanita dalam usaha-usaha kemanusiaan berasal dari Amerika. Ia berusaha menyembuhkan dan memelihara para penderita penyakit mental dan orang-orang gila. Sangat banyak jasanya dalam memperluas dan memperbaiki kondisi dari 32 rumah sakit jiwa di seluruh negara Amerika bahkan sampai ke Eropa. Atas jasa-jasa besarnya inilah Dix dapat disebut sebagai tokoh besar pada abad ke-19.
Tokoh lain yang banyak pula memberikan jasanya pada ranah kesehatan mental adalah Clifford Whittingham Beers (1876-1943). Beers pernah sakit mental dan dirawat selama dua tahun dalam beberapa rumah sakit jiwa. Ia mengalami sendiri betapa kejam dan kerasnya perlakuan serta cara penyembuhan atau pengobatan dalam asylum-asylum tersebut. Sering ia didera dengan pukulan-pukulan dan jotosan-jotosan, dan menerima hinaan-hinaan yang menyakitkan hati dari perawat-perawat yang kejam. Dan banyak lagi perlakuan-perlakuan kejam yang tidak berperi kemanusiaan dialaminya dalam rumah sakit jiwa tersebut. Setelah dirawat selama dua tahun, beruntung Beers bisa sembuh.
Di dalam bukunya ”A Mind That Found Itself”, Beers tidak hanya melontarkan tuduhan-tuduhan terhadap tindakan-tindakan kejam dan tidak berperi kemanusiaan dalam asylum-asylum tadi, tapi juga menyarankan program-program perbaikan yang definitif pada cara pemeliharaan dan cara penyembuhannya. Pengalaman pribadinya itu meyakinkan Beers bahwa penyakit mental itu dapat dicegah dan pada banyak peristiwa dapat disembuhkan pula. Oleh keyakinan ini ia kemudian menyusun satu program nasional, yang berisikan:
1. Perbaikan dalam metode pemeliharaan dan penyembuhan para penderita mental.
2. Kampanye memberikan informasi-informasi agar orang mau bersikap lebih inteligen dan lebih human atau berperikemanusiaan terhadap para penderita penyakit emosi dan mental.
3. Memperbanyak riset untuk menyelidiki sebab-musabab timbulnya penyakit mental dan mengembangkan terapi penyembuhannya.
4. Memperbesar usaha-usaha edukatif dan penerangan guna mencegah timbulnya penyakit mental dan gangguan-gangguan emosi.
William James dan Adolf Meyer, para psikolog besar, sangat terkesan oleh uraian Beers tersebut. Maka akhirnya Adolf Meyer-lah yang menyarankan agar ”Mental Hygiene” dipopulerkan sebagai satu gerakan kemanusiaan yang baru. Dan pada tahun 1908 terbentuklah organisasi Connectitude Society for Mental Hygiene. Lalu pada tahun 1909 berdirilah The National Committee for Mental Hygiene, dimana Beers sendiri duduk di dalamnya hingga akhir hayatnya.
B. Pengertian Secara Etimologis dan Terminologis
Secara etimologis, kata “mental” berasal dari kata latin, yaitu “mens” atau “mentis” artinya roh, sukma, jiwa, atau nyawa. Di dalam bahasa Yunani, kesehatan terkandung dalam kata hygiene, yang berarti ilmu kesehatan. Maka kesehatan mental merupakan bagian dari hygiene mental (ilmu kesehatan mental) (Yusak Burhanuddin, 1999: 9).
Menurut Kartini Kartono dan Jenny Andary dalam Yusak (1999: 9-10), ilmu kesehatan mental adalah ilmu yang mempelajari masalah kesehatan mental/jiwa, yang bertujuan mencegah timbulnya gangguan/penyakit mental dan gangguan emosi, dan berusaha mengurangi atau menyembuhkan penyakit mental, serta memajukan kesehatan jiwa rakyat.
Sebagaimana seorang dokter harus mengetahui faktor-faktor penyebab dan gejala-gejala penyakit yang diderita pasiennya. Sehingga memudahkan dokter untuk mendeteksi penyakit dan menentukan obat yang tepat. Definisi mereka berdua menunjukan bahwa kondisi mental yang sakit pada masyarakat dapat disembuhkan apabila mengetahui terlebih dulu hal-hal yang mempengaruhi kesehatan mental tersebut melalui pendekatan hygiene mental.
Dalam perjalanan sejarahnya, pengertian kesehatan mental mengalami perkembangan sebagai berikut :
a. Kesehatan mental adalah terhindarnya seseorang dari gangguan dan penyakit jiwa (neurosis dan psikosis). Pengertian ini terelihat sempit, karena yang dimaksud dengan orang yang sehat mentalnya adalah mereka yang tidak terganggu dan berpenyakit jiwanya. Namun demikian, pengertian ini banyak mendapat sambutan dari kalangan psikiatri (Sururin,2004: 142). Kembali pada istilah neorosis, pada awalnya kata tersebut berarti ketidakberesan dalam susunan syaraf. Namun, setelah para ahli penyakit dan ahli psikologi menyadari bahwa ketidakberesan tingkah laku tersebut tidak hanya disebabkan oleh ketidakberesan susunan syaraf, tetapi juga dipengaruhi oleh sikap seseorang terhadap dirinya sendiri dan terhadap orang lain, maka aspek mental (psikologi) dimasukkan pula dalam istilah tersebut.
b. Kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan dirinya sendiri, dengan orang lain dan masyarakat serta lingkungan di mana ia hidup. Pengertian ini lebih luas dan umum, karena telah dihubungkan dengan kehidupan sosial secara menyeluruh. Dengan kemampuan penyesuaian diri, diharapkan akan menimbulkan ketentraman dan kebahagiaan hidup.
c. Terwujudnya keharmonisan yang sungguh-sungguh antara fungsi-fungsi jiwa serta mempunyai kesanggupan untuk mengatasi problem yang biasa terjadi, serta terhindar dari kegelisahan dan pertentangan batin (konflik).
d. Pengetahuan dan perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan potensi, bakat dan pembawaan semaksimal mungkin, sehingga membawa kebahagiaan diri dan orang lain, terhindar dari gangguan dan penyakit jiwa.
Dari pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa orang yang sehat mentalnya adalah orang yang terhindar dari gangguan dan penyakit jiwa, maupun menyesuaikan diri, sanggup menghadapi masalah-masalah dan kegoncangan-kegoncangan yang bias, adanya keserasian fungsi jiwa, dan merasa bahwa dirinya berharga, berguna, dan berbahagia serta dapat menggunakan potensi-potensi yang ada semaksimal mungkin (Sururin,2004: 144).
Kesehatan mental (mental hygiens) adalah ilmu yang meliputi sistem tentang prinsip-prinsip, peraturan-peraturan serta prosedur-prosedur untuk mempertinggi kesehatan ruhani (M. Buchori dalam Jalaluddin,2004: 154) Menurut H.C. Witherington, kesehatan mental meliputi pengetahuan serta prinsip-prinsip yang terdapat lapangan Psikologi, kedokteran, Psikiatri, Biologi, Sosiologi, dan Agama (M. Buchori dalam Jalaluddin,2004: 154)
Kesehatan Mental merupakan kondisi kejiwaan manusia yang harmonis. Seseorang yang memiliki jiwa yang sehat apabila perasaan, pikiran, maupun fisiknya juga sehat. Jiwa (mental) yang sehat keselarasan kondisi fisik dan psikis seseorang akan terjaga. Ia tidak akan mengalami kegoncangan, kekacauan jiwa (stres), frustasi, atau penyakit-penyakit kejiwaan lainnya. Dengan kata lain orang yang memiliki kesehatan mental juga memiliki kecerdasan baik secara intelektual, emosional, maupun spiritualnya.
Untuk memahami jiwa yang sehat, dapat diketahui dari beberapa ciri seseorang yang memiliki mental yang sehat. Dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 1959 memberikan batasan mental yang sehat adalah sebagai berikut :
1. Dapat menyesuaikan diri secara konstuktif pada kenyataan meskipun kenyataan itu buruk banginya.
2. Memperoleh kepuasan dari hasil jerih payah usahanya.
3. Merasa lebih puas memberi dari pada menerima.
4. Secara relatif bebas dari rasa tegang dan cemas.
5. Berhubungan dengan orang lain secara tolong-menolong dan saling memuaskan.
6. Menerima kekecewaan untuk dipakainya sebagai pelajaran dikemudian hari.
7. Menjuruskan rasa permusuhan kepada penyelesaian yang kreatif dan konstruktif.
8. Mempunyai rasa kasih sayang yang besar.
Kriteria tersebut disempurnakan dengan menambahkan satu elemen spiritual (agama). Sehingga kesehatan mental ini bukan sehat dari segi fisik, psikologik, dan sosial saja, melainkan juga sehat dalam art spiritual.
Dan tidak kalah pentingnya adalah mengetahui sekaligus memahami prinsip-prinsip dari kesehatan mental itu. Yang dimaksud dengan prinsip-prinsip kesehatan mental adalah dasar yang harus ditegakkan orang dalam dirinya untuk mendapatkan kesehatan mental yang baik serta terhindar dari gangguan kejiwaan.
Prinsip-prinsip tersebut adalah:
1. Gambaran dan sikap yang baik terhadap diri sendiri (self image). Prinsip ini dapat dicapai dengan penerimaan diri, keyakinan diri dan kepercayaan pada diri sendiri. Citra diri positif akan mewarnai pola hidup, sikap, cara pikir dan corak penghayatan, serta ragam perbuatan yang positif pula.
2. Keterpaduan antara Integrasi Diri. Adanya keseimbangan antara kekuatan-kekuatan jiwa dalam diri, kesatuan pandangan (falsafah) dalam hidup dan kesanggupan mengatasi stres (Sururin,2004: 146).
3. Perwujudan Diri (aktualisasi diri). Inilah proses pematangan diri. Menurut Reiff, orang yang sehat mentalnya adalah orang yang mampu mengaktualisasikan diri atau mampu mewujudkan potensi yang dimilikinya, serta memenuhi kebutuhan-kebutuhannya dengan cara yang baik dan memuaskan.
4. Mau menerima orang lain, mampu melakukan aktifitas sosial dan menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat tinggal.
5. Berminat dalam tugas dan pekerjaan. Suka pada pekerjaan tertentu walaupun berat maka akan mudah dilakukan dibandingkan dengan pekerjaan yang kurang diminati.
6. Agama, cita-cita, dan falsafah hidup. Demi menggapai ketenangan dan kebahagiaan dalam kehidupan.
7. Pengawasan diri. Hal ini dapat dilakukan terhadap keinginan-keinginan dari ego yang bersifat biologis murni. Sehingga dapat dikendalikan secara sehat dan terarah.
8. Rasa benar dan tanggung jawab. Ini penting bagi tingkah laku. Dengan demikian muncul rasa percaya diri dan bertanggung jawab penuh atas segala tindakan sehingga tidak menutup kemungkinan kesuksesan diri akan diraih.
C. Memahami Psikologi dan Kesehatan Mental Orang Tua Tunggal
Kehamilan diluar pernikahan, perceraian, dan ditinggalkan oleh salah satu orang tua adalah sebagian alasan mengapa ada orang tua tunggal. Apa yang tidak diketahui sebagian besar orang adalah, kejadian-kejadian ini akan mengubah hidup mereka karena dapat berefek traumatis bagi orang tua tunggal dan anak, membuat mereka seringkali disalahpahami. Ini membuat studi tentang psikologi dan kesehatan mental orang tua tunggal menjadi penting.
Penelitian telah melaporkan bahwa ada lebih banyak permasalahan anak dan remaja di rumah tangga dengan orang tua tunggal dibandingkan mereka dengan rumah tangga yang 'normal'. Sementara orang tua tunggal mungkin tidak setuju terhadap studi ini, namun dapat dimengerti mengapa statistik memberi hasil seperti itu.
Salah satu alasannya, orang tua tunggal memiliki waktu yang terbatas. Mengelola rumah tangga bersama orang lain saja masih sulit. Apa lagi jika anda harus melakukannya sendiri. Itulah sebabnya penting bagi orang tua tunggal untuk membuat jadwal harian atau mingguan bagi aktivitasnya. Dengan begitu, ia dapat menemukan waktu untuk melakukan semua hal yang perlu dilakukan, termasuk beberapa waktu luang untuk rekreasi dan relaksasi.
Selain itu, orang tua tunggal mungkin memiliki masalah dengan keuangan karena ia satu-satunya yang memberi penghasilan bagi keluarga. Ia harus belajar untuk menghemat uang dengan cara menyisihkan sebagiannya untuk hari esok. Selain itu, ia harus belajar untuk membuat beberapa investasi yang pasti.
Tentu saja, jika seseorang menjadi orangtua tunggal karena perceraian atau kematian pasangan, akan ada beberapa masalah lagi yang akan dihadapinya. Suatu hal yang biasa baginya untuk merasa sedih atau tertekan, jadi berikanlah waktu baginya untuk berduka. Teman-temannya dapat membantu dalam proses untuk bangkit kembali. Kedukaan ini juga akan meresahkan anak, sehingga orang tua tunggal harus belajar untuk menunjukkan dukungan kepada anak dan bukan berfokus pada kesedihannya saja. Orang tua tunggal dan anak-anaknya dapat saling membantu untuk mempersingkat waktu berduka.
Terakhir, orang tua tunggal mungkin merasa ditolak dan sendirian. Jadi ia harus belajar untuk memelihara dirinya sendiri. Makan dan tidur nyenyak. Olahraga secara teratur, atau terlibat dalam kegiatan olahraga yang anda sukai. Bergabung dengan sebuah kelompok gereja atau asosiasi di masyarakat anda.
Untuk mengurangi insidensi masalah-masalah anak seperti dikeluarkan dari sekolah, masalah perilaku remaja dan kehamilan dini, maka seorang orang tua tunggal harus belajar untuk berkomunikasi dengan anaknya. Luangkan waktu berkualitas baginya. Lakukan aktivitas menyenangkan bersama-sama. Pantau kegiatannya di sekolah secara teratur.
Hal-hal apa sajakah yang tersedia bagi orang tua tunggal? Ia dapat bergabung dengan kelompok atau organisasi orang tua tunggal. Di dalamnya, setiap anggotanya dapat berbagi dan berdiskusi tentang masalah-masalah yang dihadapinya dan pengalamannya dalam menghadapi perceraian dan membesarkan anaknya. Aktivitas-aktivitas yang mendidik seperti pemberian kuliah oleh seorang profesional dan seminar-seminar pelatihan, serta aktivitas rekreasi dapat diadakan untuk membantu orang tua tunggal untuk mengatasi kondisinya.
Terdapat juga situs internet yang akan memberi dukungan terhadap orang tua tunggal. Banyak sekali perihal tentang orang tua tunggal dapat ditemukan di internet melalui ruang chat, forum, koran elektronik, artikel, dan bentuk-bentuk literatur lainnya yang dapat mereka bagikan.
Dengan mengetahui kesehatan psikologi dan mental dari orang tua tunggal akan membuat kita lebih baik dalam memahami orang tua tunggal beserta anak-anaknya. Menjadi orang tua tunggal adalah tugas yang sulit. Dengan keterbatasan waktu dan keuangan, ia harus bisa mengatasi masalah dalam membesarkan anak. Namun dengan toleransi dan pengertian dari orang-orang disekitarnya, tugas ini tidak akan menjadi sulit seperti biasanya.
III. Penutup
Kesimpulan
Setelah dipaparkan beberapa pengertian seputar kesehatan mental, dapat diketahui bersama bahwa sebenarnya kesehatan mental selain sebagai salah satu cabang ilmu Psikologi termuda, juga berfungsi sebagai alat solusi dari beragam permasalahan kesehatan kejiwaan pada masyarakat. Melalui pendekatan Mental Hygiene inilah penyakit jiwa (mental) dapat terdeteksi dan ada harapan untuk disembuhkan.
Sedangkan menurut definisi umum, kesehatan mental adalah kondisi kejiwaan manusia yang harmonis yang memungkinkan perkembangan fisik, mental dan intelektual yang optimal dari seseorang serta perkembangan tersebut berjalan selaras dengan orang lain.
Kesehatan jiwa juga merupakan perasaan sehat dan berbahagia mampu mengatasi tantangan hidup, dapat menerima orang lain sebagaimana adanya dan mempunyai sikap positip terhadp diri sendiri dan orang lain.
Ciri-ciri sehat jiwa yakni menyadari sepenuhnya kemampuan dirinya, mampu menghadapi stress kehidupan yang wajar, dapat berperan serta dalam lingkungan hidupnya, menerima baik yang ada pada dirinya dan mampu bekerja produktif dan memenuhi kebutuhan hidupnya serta merasa nyaman bersama orang lain.
Menjadi orang tua tunggal itu sulit karena dia mengelola rumah tangganya sendiri,. membesarkan anaknya sendiri dan memiliki keterbatasan waktu dan keuangan sehingga mungkin lebih mudah terkena gangguan psikologi atau kesehatan mental. Maka sebagai orang tua tunggal perlu untuk membuat jadwal harian atau mingguan untuk aktivitasnya dan dengan begitu dia dapat menemukan waktu untuk melakukan semua hal yang perlu dilakukan, termasuk beberapa waktu luang untuk rekreasi dengan anak-anaknya dan relaksasi.. Namun dengan toleransi dan pengertian dari orang-orang disekitarnya, tugas ini tidak akan menjadi sulit seperti biasanya
Daftar Pustaka
http://loverboy.blogdetik.com/2011/02/11/sejarah-kesehatan-mental/
http://sisyat86inspiriete.blogspot.com/2008/02/kesehatan-mental-hygiene-mental.html
Abdul Aziz el Quussy, Ilmu Jiwa : Prinsip-prinsip dan Implementasinya dalam Pendidikan, Jakarta: Bulan Bintang, 1976
Abdul Mujib, Fitrah & Kepribadian Islam: Sebuah Pendekatan Psikologis, Jakarta: Darul Falah,1999.
Ary Ginanjar Agustian,. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi Dan Spiritual (ESQ: Emotional Spiritual Quotient). Jakarta: Arga Wijaya Persada, 2002
Hassan Shadily dkk., Ensiklopedia Indonesia, Jakarta: PT. Ichtiar Baru-Van Hoeve, 1991
Jalaluddin, Psikologi Agama. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2004.
Sururin, Ilmu Jiwa Agama, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2004
Yusak Burhanuddin, Kesehatan Mental, Bandung: CV Pustaka Setia, 1999
www.republika.com
http://id.wikipedia.org/wiki/Jiwa
http://www.waspada.co.id/serba_serbi/kesehatan/artikel.
http://doktermu.com/psikologi/317-memahami-psikologi-dan-kesehatan-mental-orang-tua tunggal
Beberapa tingkah laku masyarakat yang beraneka ragam mendorong para ahli Ilmu Psikologi untuk menyelidiki apa penyebab perbedaan tingkah laku orang-orang dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu, juga menyelidiki penyebab seseorang tidak mampu memperoleh ketenangan dan kebahagiaan dalam kehidupannya. Usaha ini kemudian melahirkan satu cabang termuda dari ilmu Psikologi, yaitu Kesehatan mental (Mental Hygiene) (Yusak Burhanuddin, 1999: 10).
Kesehatan mental, sebagai disiplin ilmu yang merupakan bagian dari psikologi agama, terus berkembang dengan pesat. Hal ini tidak terlepas dari masyarakat yang selalu membutuhkan solusi-solusi dari berbagai problema kehidupan. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi belum mampu memenuhi kebutuhan ruhani, bahkan menambah permasalahan-permasalahan baru, seperti kecemasan dengan kemewahan hidup. Akibat lain adalah rasionalitas teknologi lebih diutamakan sehingga nilai kemanusiaan diabaikan. Demikian ungkap Sayyid Husain Nasr.
Pada bagian lain, berbagai persoalan hidup yang melanda bangsa Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan krisis multi dimensi di berbagai pelosok nusantara. Belum tuntas permasalahan ekonomi, muncul konflik berbau Sara, baru saja meredam pertikaian tersebut, bangsa kita dilanda berbagai bencana, semakin memperbukuk kondisi mental bangsa ini. Menurut Sururin persoalan kesehatan mental perlu perhatian serius semenjak adanya asumsi bahwa 2% bangsa Indonesia terganggu jiwanya.
Di samping itu, adanya perhatian manusia yang besar terhadap kesejahteraan hidupnya, serta adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya dilakukan pembinaan kesejahteraan hidup bersama ikut mempercepat perkembangan ilmu kesehatan mental.
II. Kesehatan Mental
A. Sejarah Kesehatan Mental
Setelah Perang Dunia II, perhatian masyarakat mengenai kesehatan jiwa semakin bertambah. Kesehatan mental bukan suatu hal yang baru bagi peradaban manusia. Pepatah Yunani tentang mens sana in confore sano merupakan satu indikasi bahwa masyarakat di zaman sebelum masehi pun sudah memperhatikan betapa pentingnya aspek kesehatan mental.
Yang tercatat dalam sejarah ilmu, khususnya di bidang kesehatan mental, kita dapat memahami bahwa gangguan mental itu telah terjadi sejak awal peradaban manusia dan sekaligus telah ada upaya-upaya mengatasinya sejalan dengan peradaban. Untuk lebih lanjutnya, berikut dikemukakan secara singkat tentang sejarah perkembangan kesehatan mental.
Seperti juga psikologi yang mempelajari hidup kejiwaan manusia, dan memiliki usia sejak adanya manusia di dunia, maka masalah kesehatan jiwa itupun telah ada sejak beribu-ribu tahun yang lalu dalam bentuk pengetahuan yang sederhana.
Beratus-ratus tahun yang lalu orang menduga bahwa penyebab penyakit mental adalah syaitan-syaitan, roh-roh jahat dan dosa-dosa. Oleh karena itu para penderita penyakit mental dimasukkan dalam penjara-penjara di bawah tanah atau dihukum dan diikat erat-erat dengan rantai besi yang berat dan kuat. Namun, lambat laun ada usaha-usaha kemanusiaan yang mengadakan perbaikan dalam menanggulangi orang-orang yang terganggu mentalnya ini. Philippe Pinel di Perancis dan William Tuke dari Inggris adalah salah satu contoh orang yang berjasa dalam mengatasi dan menanggulangi orang-orang yang terkena penyakit mental. Masa-masa Pinel dan Tuke ini selanjutnya dikenal dengan masa pra ilmiah karena hanya usaha dan praksis yang mereka lakukan tanpa adanya teori-teori yang dikemukakan.
Masa selanjutnya adalah masa ilmiah, dimana tidak hanya praksis yang dilakukan tetapi berbagai teori mengenai kesehatan mental dikemukakan. Masa ini berkembang seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan alam di Eropa.
Dorothea Dix merupakan seorang pionir wanita dalam usaha-usaha kemanusiaan berasal dari Amerika. Ia berusaha menyembuhkan dan memelihara para penderita penyakit mental dan orang-orang gila. Sangat banyak jasanya dalam memperluas dan memperbaiki kondisi dari 32 rumah sakit jiwa di seluruh negara Amerika bahkan sampai ke Eropa. Atas jasa-jasa besarnya inilah Dix dapat disebut sebagai tokoh besar pada abad ke-19.
Tokoh lain yang banyak pula memberikan jasanya pada ranah kesehatan mental adalah Clifford Whittingham Beers (1876-1943). Beers pernah sakit mental dan dirawat selama dua tahun dalam beberapa rumah sakit jiwa. Ia mengalami sendiri betapa kejam dan kerasnya perlakuan serta cara penyembuhan atau pengobatan dalam asylum-asylum tersebut. Sering ia didera dengan pukulan-pukulan dan jotosan-jotosan, dan menerima hinaan-hinaan yang menyakitkan hati dari perawat-perawat yang kejam. Dan banyak lagi perlakuan-perlakuan kejam yang tidak berperi kemanusiaan dialaminya dalam rumah sakit jiwa tersebut. Setelah dirawat selama dua tahun, beruntung Beers bisa sembuh.
Di dalam bukunya ”A Mind That Found Itself”, Beers tidak hanya melontarkan tuduhan-tuduhan terhadap tindakan-tindakan kejam dan tidak berperi kemanusiaan dalam asylum-asylum tadi, tapi juga menyarankan program-program perbaikan yang definitif pada cara pemeliharaan dan cara penyembuhannya. Pengalaman pribadinya itu meyakinkan Beers bahwa penyakit mental itu dapat dicegah dan pada banyak peristiwa dapat disembuhkan pula. Oleh keyakinan ini ia kemudian menyusun satu program nasional, yang berisikan:
1. Perbaikan dalam metode pemeliharaan dan penyembuhan para penderita mental.
2. Kampanye memberikan informasi-informasi agar orang mau bersikap lebih inteligen dan lebih human atau berperikemanusiaan terhadap para penderita penyakit emosi dan mental.
3. Memperbanyak riset untuk menyelidiki sebab-musabab timbulnya penyakit mental dan mengembangkan terapi penyembuhannya.
4. Memperbesar usaha-usaha edukatif dan penerangan guna mencegah timbulnya penyakit mental dan gangguan-gangguan emosi.
William James dan Adolf Meyer, para psikolog besar, sangat terkesan oleh uraian Beers tersebut. Maka akhirnya Adolf Meyer-lah yang menyarankan agar ”Mental Hygiene” dipopulerkan sebagai satu gerakan kemanusiaan yang baru. Dan pada tahun 1908 terbentuklah organisasi Connectitude Society for Mental Hygiene. Lalu pada tahun 1909 berdirilah The National Committee for Mental Hygiene, dimana Beers sendiri duduk di dalamnya hingga akhir hayatnya.
B. Pengertian Secara Etimologis dan Terminologis
Secara etimologis, kata “mental” berasal dari kata latin, yaitu “mens” atau “mentis” artinya roh, sukma, jiwa, atau nyawa. Di dalam bahasa Yunani, kesehatan terkandung dalam kata hygiene, yang berarti ilmu kesehatan. Maka kesehatan mental merupakan bagian dari hygiene mental (ilmu kesehatan mental) (Yusak Burhanuddin, 1999: 9).
Menurut Kartini Kartono dan Jenny Andary dalam Yusak (1999: 9-10), ilmu kesehatan mental adalah ilmu yang mempelajari masalah kesehatan mental/jiwa, yang bertujuan mencegah timbulnya gangguan/penyakit mental dan gangguan emosi, dan berusaha mengurangi atau menyembuhkan penyakit mental, serta memajukan kesehatan jiwa rakyat.
Sebagaimana seorang dokter harus mengetahui faktor-faktor penyebab dan gejala-gejala penyakit yang diderita pasiennya. Sehingga memudahkan dokter untuk mendeteksi penyakit dan menentukan obat yang tepat. Definisi mereka berdua menunjukan bahwa kondisi mental yang sakit pada masyarakat dapat disembuhkan apabila mengetahui terlebih dulu hal-hal yang mempengaruhi kesehatan mental tersebut melalui pendekatan hygiene mental.
Dalam perjalanan sejarahnya, pengertian kesehatan mental mengalami perkembangan sebagai berikut :
a. Kesehatan mental adalah terhindarnya seseorang dari gangguan dan penyakit jiwa (neurosis dan psikosis). Pengertian ini terelihat sempit, karena yang dimaksud dengan orang yang sehat mentalnya adalah mereka yang tidak terganggu dan berpenyakit jiwanya. Namun demikian, pengertian ini banyak mendapat sambutan dari kalangan psikiatri (Sururin,2004: 142). Kembali pada istilah neorosis, pada awalnya kata tersebut berarti ketidakberesan dalam susunan syaraf. Namun, setelah para ahli penyakit dan ahli psikologi menyadari bahwa ketidakberesan tingkah laku tersebut tidak hanya disebabkan oleh ketidakberesan susunan syaraf, tetapi juga dipengaruhi oleh sikap seseorang terhadap dirinya sendiri dan terhadap orang lain, maka aspek mental (psikologi) dimasukkan pula dalam istilah tersebut.
b. Kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan dirinya sendiri, dengan orang lain dan masyarakat serta lingkungan di mana ia hidup. Pengertian ini lebih luas dan umum, karena telah dihubungkan dengan kehidupan sosial secara menyeluruh. Dengan kemampuan penyesuaian diri, diharapkan akan menimbulkan ketentraman dan kebahagiaan hidup.
c. Terwujudnya keharmonisan yang sungguh-sungguh antara fungsi-fungsi jiwa serta mempunyai kesanggupan untuk mengatasi problem yang biasa terjadi, serta terhindar dari kegelisahan dan pertentangan batin (konflik).
d. Pengetahuan dan perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan potensi, bakat dan pembawaan semaksimal mungkin, sehingga membawa kebahagiaan diri dan orang lain, terhindar dari gangguan dan penyakit jiwa.
Dari pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa orang yang sehat mentalnya adalah orang yang terhindar dari gangguan dan penyakit jiwa, maupun menyesuaikan diri, sanggup menghadapi masalah-masalah dan kegoncangan-kegoncangan yang bias, adanya keserasian fungsi jiwa, dan merasa bahwa dirinya berharga, berguna, dan berbahagia serta dapat menggunakan potensi-potensi yang ada semaksimal mungkin (Sururin,2004: 144).
Kesehatan mental (mental hygiens) adalah ilmu yang meliputi sistem tentang prinsip-prinsip, peraturan-peraturan serta prosedur-prosedur untuk mempertinggi kesehatan ruhani (M. Buchori dalam Jalaluddin,2004: 154) Menurut H.C. Witherington, kesehatan mental meliputi pengetahuan serta prinsip-prinsip yang terdapat lapangan Psikologi, kedokteran, Psikiatri, Biologi, Sosiologi, dan Agama (M. Buchori dalam Jalaluddin,2004: 154)
Kesehatan Mental merupakan kondisi kejiwaan manusia yang harmonis. Seseorang yang memiliki jiwa yang sehat apabila perasaan, pikiran, maupun fisiknya juga sehat. Jiwa (mental) yang sehat keselarasan kondisi fisik dan psikis seseorang akan terjaga. Ia tidak akan mengalami kegoncangan, kekacauan jiwa (stres), frustasi, atau penyakit-penyakit kejiwaan lainnya. Dengan kata lain orang yang memiliki kesehatan mental juga memiliki kecerdasan baik secara intelektual, emosional, maupun spiritualnya.
Untuk memahami jiwa yang sehat, dapat diketahui dari beberapa ciri seseorang yang memiliki mental yang sehat. Dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 1959 memberikan batasan mental yang sehat adalah sebagai berikut :
1. Dapat menyesuaikan diri secara konstuktif pada kenyataan meskipun kenyataan itu buruk banginya.
2. Memperoleh kepuasan dari hasil jerih payah usahanya.
3. Merasa lebih puas memberi dari pada menerima.
4. Secara relatif bebas dari rasa tegang dan cemas.
5. Berhubungan dengan orang lain secara tolong-menolong dan saling memuaskan.
6. Menerima kekecewaan untuk dipakainya sebagai pelajaran dikemudian hari.
7. Menjuruskan rasa permusuhan kepada penyelesaian yang kreatif dan konstruktif.
8. Mempunyai rasa kasih sayang yang besar.
Kriteria tersebut disempurnakan dengan menambahkan satu elemen spiritual (agama). Sehingga kesehatan mental ini bukan sehat dari segi fisik, psikologik, dan sosial saja, melainkan juga sehat dalam art spiritual.
Dan tidak kalah pentingnya adalah mengetahui sekaligus memahami prinsip-prinsip dari kesehatan mental itu. Yang dimaksud dengan prinsip-prinsip kesehatan mental adalah dasar yang harus ditegakkan orang dalam dirinya untuk mendapatkan kesehatan mental yang baik serta terhindar dari gangguan kejiwaan.
Prinsip-prinsip tersebut adalah:
1. Gambaran dan sikap yang baik terhadap diri sendiri (self image). Prinsip ini dapat dicapai dengan penerimaan diri, keyakinan diri dan kepercayaan pada diri sendiri. Citra diri positif akan mewarnai pola hidup, sikap, cara pikir dan corak penghayatan, serta ragam perbuatan yang positif pula.
2. Keterpaduan antara Integrasi Diri. Adanya keseimbangan antara kekuatan-kekuatan jiwa dalam diri, kesatuan pandangan (falsafah) dalam hidup dan kesanggupan mengatasi stres (Sururin,2004: 146).
3. Perwujudan Diri (aktualisasi diri). Inilah proses pematangan diri. Menurut Reiff, orang yang sehat mentalnya adalah orang yang mampu mengaktualisasikan diri atau mampu mewujudkan potensi yang dimilikinya, serta memenuhi kebutuhan-kebutuhannya dengan cara yang baik dan memuaskan.
4. Mau menerima orang lain, mampu melakukan aktifitas sosial dan menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat tinggal.
5. Berminat dalam tugas dan pekerjaan. Suka pada pekerjaan tertentu walaupun berat maka akan mudah dilakukan dibandingkan dengan pekerjaan yang kurang diminati.
6. Agama, cita-cita, dan falsafah hidup. Demi menggapai ketenangan dan kebahagiaan dalam kehidupan.
7. Pengawasan diri. Hal ini dapat dilakukan terhadap keinginan-keinginan dari ego yang bersifat biologis murni. Sehingga dapat dikendalikan secara sehat dan terarah.
8. Rasa benar dan tanggung jawab. Ini penting bagi tingkah laku. Dengan demikian muncul rasa percaya diri dan bertanggung jawab penuh atas segala tindakan sehingga tidak menutup kemungkinan kesuksesan diri akan diraih.
C. Memahami Psikologi dan Kesehatan Mental Orang Tua Tunggal
Kehamilan diluar pernikahan, perceraian, dan ditinggalkan oleh salah satu orang tua adalah sebagian alasan mengapa ada orang tua tunggal. Apa yang tidak diketahui sebagian besar orang adalah, kejadian-kejadian ini akan mengubah hidup mereka karena dapat berefek traumatis bagi orang tua tunggal dan anak, membuat mereka seringkali disalahpahami. Ini membuat studi tentang psikologi dan kesehatan mental orang tua tunggal menjadi penting.
Penelitian telah melaporkan bahwa ada lebih banyak permasalahan anak dan remaja di rumah tangga dengan orang tua tunggal dibandingkan mereka dengan rumah tangga yang 'normal'. Sementara orang tua tunggal mungkin tidak setuju terhadap studi ini, namun dapat dimengerti mengapa statistik memberi hasil seperti itu.
Salah satu alasannya, orang tua tunggal memiliki waktu yang terbatas. Mengelola rumah tangga bersama orang lain saja masih sulit. Apa lagi jika anda harus melakukannya sendiri. Itulah sebabnya penting bagi orang tua tunggal untuk membuat jadwal harian atau mingguan bagi aktivitasnya. Dengan begitu, ia dapat menemukan waktu untuk melakukan semua hal yang perlu dilakukan, termasuk beberapa waktu luang untuk rekreasi dan relaksasi.
Selain itu, orang tua tunggal mungkin memiliki masalah dengan keuangan karena ia satu-satunya yang memberi penghasilan bagi keluarga. Ia harus belajar untuk menghemat uang dengan cara menyisihkan sebagiannya untuk hari esok. Selain itu, ia harus belajar untuk membuat beberapa investasi yang pasti.
Tentu saja, jika seseorang menjadi orangtua tunggal karena perceraian atau kematian pasangan, akan ada beberapa masalah lagi yang akan dihadapinya. Suatu hal yang biasa baginya untuk merasa sedih atau tertekan, jadi berikanlah waktu baginya untuk berduka. Teman-temannya dapat membantu dalam proses untuk bangkit kembali. Kedukaan ini juga akan meresahkan anak, sehingga orang tua tunggal harus belajar untuk menunjukkan dukungan kepada anak dan bukan berfokus pada kesedihannya saja. Orang tua tunggal dan anak-anaknya dapat saling membantu untuk mempersingkat waktu berduka.
Terakhir, orang tua tunggal mungkin merasa ditolak dan sendirian. Jadi ia harus belajar untuk memelihara dirinya sendiri. Makan dan tidur nyenyak. Olahraga secara teratur, atau terlibat dalam kegiatan olahraga yang anda sukai. Bergabung dengan sebuah kelompok gereja atau asosiasi di masyarakat anda.
Untuk mengurangi insidensi masalah-masalah anak seperti dikeluarkan dari sekolah, masalah perilaku remaja dan kehamilan dini, maka seorang orang tua tunggal harus belajar untuk berkomunikasi dengan anaknya. Luangkan waktu berkualitas baginya. Lakukan aktivitas menyenangkan bersama-sama. Pantau kegiatannya di sekolah secara teratur.
Hal-hal apa sajakah yang tersedia bagi orang tua tunggal? Ia dapat bergabung dengan kelompok atau organisasi orang tua tunggal. Di dalamnya, setiap anggotanya dapat berbagi dan berdiskusi tentang masalah-masalah yang dihadapinya dan pengalamannya dalam menghadapi perceraian dan membesarkan anaknya. Aktivitas-aktivitas yang mendidik seperti pemberian kuliah oleh seorang profesional dan seminar-seminar pelatihan, serta aktivitas rekreasi dapat diadakan untuk membantu orang tua tunggal untuk mengatasi kondisinya.
Terdapat juga situs internet yang akan memberi dukungan terhadap orang tua tunggal. Banyak sekali perihal tentang orang tua tunggal dapat ditemukan di internet melalui ruang chat, forum, koran elektronik, artikel, dan bentuk-bentuk literatur lainnya yang dapat mereka bagikan.
Dengan mengetahui kesehatan psikologi dan mental dari orang tua tunggal akan membuat kita lebih baik dalam memahami orang tua tunggal beserta anak-anaknya. Menjadi orang tua tunggal adalah tugas yang sulit. Dengan keterbatasan waktu dan keuangan, ia harus bisa mengatasi masalah dalam membesarkan anak. Namun dengan toleransi dan pengertian dari orang-orang disekitarnya, tugas ini tidak akan menjadi sulit seperti biasanya.
III. Penutup
Kesimpulan
Setelah dipaparkan beberapa pengertian seputar kesehatan mental, dapat diketahui bersama bahwa sebenarnya kesehatan mental selain sebagai salah satu cabang ilmu Psikologi termuda, juga berfungsi sebagai alat solusi dari beragam permasalahan kesehatan kejiwaan pada masyarakat. Melalui pendekatan Mental Hygiene inilah penyakit jiwa (mental) dapat terdeteksi dan ada harapan untuk disembuhkan.
Sedangkan menurut definisi umum, kesehatan mental adalah kondisi kejiwaan manusia yang harmonis yang memungkinkan perkembangan fisik, mental dan intelektual yang optimal dari seseorang serta perkembangan tersebut berjalan selaras dengan orang lain.
Kesehatan jiwa juga merupakan perasaan sehat dan berbahagia mampu mengatasi tantangan hidup, dapat menerima orang lain sebagaimana adanya dan mempunyai sikap positip terhadp diri sendiri dan orang lain.
Ciri-ciri sehat jiwa yakni menyadari sepenuhnya kemampuan dirinya, mampu menghadapi stress kehidupan yang wajar, dapat berperan serta dalam lingkungan hidupnya, menerima baik yang ada pada dirinya dan mampu bekerja produktif dan memenuhi kebutuhan hidupnya serta merasa nyaman bersama orang lain.
Menjadi orang tua tunggal itu sulit karena dia mengelola rumah tangganya sendiri,. membesarkan anaknya sendiri dan memiliki keterbatasan waktu dan keuangan sehingga mungkin lebih mudah terkena gangguan psikologi atau kesehatan mental. Maka sebagai orang tua tunggal perlu untuk membuat jadwal harian atau mingguan untuk aktivitasnya dan dengan begitu dia dapat menemukan waktu untuk melakukan semua hal yang perlu dilakukan, termasuk beberapa waktu luang untuk rekreasi dengan anak-anaknya dan relaksasi.. Namun dengan toleransi dan pengertian dari orang-orang disekitarnya, tugas ini tidak akan menjadi sulit seperti biasanya
Daftar Pustaka
http://loverboy.blogdetik.com/2011/02/11/sejarah-kesehatan-mental/
http://sisyat86inspiriete.blogspot.com/2008/02/kesehatan-mental-hygiene-mental.html
Abdul Aziz el Quussy, Ilmu Jiwa : Prinsip-prinsip dan Implementasinya dalam Pendidikan, Jakarta: Bulan Bintang, 1976
Abdul Mujib, Fitrah & Kepribadian Islam: Sebuah Pendekatan Psikologis, Jakarta: Darul Falah,1999.
Ary Ginanjar Agustian,. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi Dan Spiritual (ESQ: Emotional Spiritual Quotient). Jakarta: Arga Wijaya Persada, 2002
Hassan Shadily dkk., Ensiklopedia Indonesia, Jakarta: PT. Ichtiar Baru-Van Hoeve, 1991
Jalaluddin, Psikologi Agama. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2004.
Sururin, Ilmu Jiwa Agama, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2004
Yusak Burhanuddin, Kesehatan Mental, Bandung: CV Pustaka Setia, 1999
www.republika.com
http://id.wikipedia.org/wiki/Jiwa
http://www.waspada.co.id/serba_serbi/kesehatan/artikel.
http://doktermu.com/psikologi/317-memahami-psikologi-dan-kesehatan-mental-orang-tua tunggal
Senin, 08 November 2010
JEJARING SOSIAL
Contoh 5 Situs Jejaring Sosial
1. Facebook
Facebook atau disingkat FB adalah sebuah situs web jejaring sosial populer yang diluncurkan pada 4 Februari 2004. Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg, seorang Mahasiswa Harvard kelahiran 14 Mei 1984 dan mantan murid Ardsley High School. Keanggotaannya pada awalnya dibatasi untuk siswa dari Harvard College. Dalam dua bulan selanjutnya, keanggotaannya diperluas ke sekolah lain di wilayah Boston (Boston College, Boston University, MIT, Tufts), Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, dan semua sekolah yang termasuk dalam Ivy League. Banyak perguruan tinggi lain yang selanjutnya ditambahkan berturut-turut dalam kurun waktu satu tahun setelah peluncurannya. Akhirnya, orang-orang yang memiliki alamat surat-e suatu universitas (seperti: .edu, .ac, .uk, dll) dari seluruh dunia dapat juga bergabung dengan situs jejaring sosial ini. Selanjutnya dikembangkan pula jaringan untuk sekolah-sekolah tingkat atas dan beberapa perusahaan besar. Sejak 11 September 2006, orang dengan alamat surat-e apa pun dapat mendaftar di Facebook. Pengguna dapat memilih untuk bergabung dengan satu atau lebih jaringan yang tersedia, seperti berdasarkan sekolah, tempat kerja, atau wilayah geografis.
Hingga Juli 2007, facebook memiliki jumlah pengguna terdaftar paling besar di antara situs-situs yang berfokus pada sekolah dengan lebih dari 34 juta anggota aktif yang dimilikinya dari seluruh dunia. Dari September 2006 hingga September 2007, peringkatnya naik dari posisi ke-60 ke posisi ke-7 situs paling banyak dikunjungi, dan merupakan situs nomor satu untuk foto di Amerika Serikat, mengungguli situs publik lain seperti Flickr, dengan 8,5 juta foto dimuat setiap harinya.
Fitur hiburan dalam Facebook disebut aplikasi. Contohnya antara lain permainan video, kuis, dan lain sebagainya.
2. Twitter
Twitter adalah sebuah situs mikroblog dan situs web jejaring sosial yang memberikan fasilitas bagi pengguna untuk mengirimkan "pembaharuan" berupa tulisan teks dengan panjang maksimum 140 karakter melalui SMS, pengirim pesan instan, surat elektronik, atau aplikasi seperti Twitterrific dan Twitbin. Twitter didirikan pada Maret 2006 oleh perusahaan rintisan Obvious Corp. Kata twitter secara harfiah berarti 'berkicau'.Situs ini mempunyai konsep blog mikro dalam penggunaannya. Di Indonesia situs jejaring sosial ini mempunyai pengguna aktif yang cukup banyak.Kesuksesan Twitter membuat banyak situs lain meniru konsepnya, kadang menawarkan layanan spesifik lokal suatu negara atau menggabungkan dengan layanan lainnya. Suatu sumber bahkan menyebutkan bahwa paling tidak ada 111 situs web yang memiliki layanan mirip dengan Twitter
3. Friendster
Friendster, yang ide penamaannya berasal dari nama Napster, adalah sebuah situs web jejaring sosial yang memberikan fasilitas untuk membuat profil dan kemudian mengisi data dirinya untuk kemudian mendapatkan akun di Friendster. Dalam Friendster, kita juga dapat melihat teman dari teman kita dan teman dari teman dari teman kita, selain melihat teman kita sendiri.
Friendster dimulai sejak tahun 2002 oleh Jonathan Abrams dan sekarang sudah melewati masa beta test. Sejak awal 2005, Friendster juga telah memulai fitur blog. Saat ini Friendster telah menginternasionalisasi bahasanya yang semula hanya bahasa Inggris, saat ini telah tersedia bahasa Indonesia, bahasa Tionghoa, bahasa Spanyol, bahasa Korea, bahasa Jepang, bahasa Vietnam, bahasa Malaysia.
Sejak Desember 2009 MOL Malaysia telah membeli Friendster seharga AS$ 100 juta.
4. MySpace
MySpace adalah situs web jejaring sosial populer yang menawarkan jaringan antar teman, profil pribadi, blog, grup, foto, musik, dan video untuk remaja dan dewasa di seluruh dunia. MySpace adalah tempat untuk mempromosikan band baru. Markas situs ini terletak di Beverly Hills, California, Amerika Serikat.
5. Multiply
Multiply.com menyediakan layanan blog. Blog yang di-posting ke Multiply.com dapat secara otomatis diteruskan ke akun LiveJournal, Blogger atau TypePad. Dimungkinkan pula untuk mem-posting via surat elektronik atau MMS. Pengguna juga dapat memberikan komentar terhadap sebuah film atau buku, dan pengguna juga dapat berbagi jadwal acara berdasarkan kalender.
Dampak negatif dan positif dari jejaring sosial :
DAMPAK NEGATIF:
1. Seseorang akan menjadi malas belajar berkomunikasi di dunia nyata. tingkat pemahaman bahasa pun menjadi terganggu.
2. Kecanduan situs jejaring sosial seperti Facebook atau MySpace juga bisa membahayakan kesehatan karena memicu orang untuk mengisolasikan diri. Meningkatnya pengisolasian diri dapat mengubah cara kerja gen, membingungkan respons kekebalan, level hormon, fungsi urat nadi, dan merusak performa mental.
3. Situs jejaring sosial membuat anak dan remaja rentan terhadap sensasi.
4. Seseorang yang menghabiskan waktunya di depan komputer akan jarang berolahraga sehingga kecanduan aktivitas ini dapat menimbulkan kondisi fisik yang lemah, bahkan obesitas.
5. Kerusakan fisik juga sangat mungkin terjadi. Bila menggunakan mouse atau memencet keypad ponsel selama berjam-jam setiap hari, seseorang dapat mengalami cedera tekanan yang berulang-ulang. Penyakit punggung juga merupakan hal yang umum terjadi, pada orang-orang yang menghabiskan banyak waktu duduk di depan meja komputer.
6. Situs jejaring sosial adalah lahan subur bagi predator untuk melakukan kejahatan. kita tidak akan pernah tahu apakah seseorang yang baru dikenal anak kita di internet, menggunakan jati diri yang sesungguhnya.
7. Media elektronik, seperti komputer, laptop, atau handphone (ponsel) juga menghancurkan secara perlahan-lahan kemampuan anak-anak dan kalangan dewasa muda untuk mempelajari kemampuan sosial dan membaca bahasa tubuh. Maksudnya adalah seseorang akan mengalami pengurangan interaksi dengan sesama mereka dalam jumlah menit per hari-nya menyebabkan jumlah orang yang tidak dapat diajak berdiskusi mengenai masalah penting, menjadi semakin meningkat setiap harinya.
DAMPAK POSITIF:
1. Memperluas pergaulan dan jaringan pertemanan
2. Sebagai media promosi dalam bisnis.
3. Situs jejaring sosial membuat menjadi lebih bersahabat, perhatian, dan empati. misalnya memberikan perhatian pada saat temannya berulang tahun, mengomentari foto, video, status teman mereka dan menjaga hubungan persahabatan meski tidak dapat bertemu secara fisik.
4. Dapat belajar mengembangkan keterampilan teknis dan sosial yang sangat dibutuhkan di era digital seperti ini.
5. Anak dan remaja akan termotivasi untuk belajar mengembangkan diri melalui teman-teman yang mereka jumpai secara online, karena disini mereka berinteraksi dan menerima umpan balik satu sama lain.
Tulisan ini diambil dari :
~ http://terselubung.blogspot.com/2010/04/5-situs-jejaring-sosial-terfavorit.html
~ http://ictfiles.com/detail/FYI/2010/03/21/pengaruh_situs_jejaring_sosial_facebook_twitter_terhadap_para_penggunanya
~ http://blog.kiosdigital.net/2010/04/dampak-jejaring-sosial-bagi-anak-dan.html
1. Facebook
Facebook atau disingkat FB adalah sebuah situs web jejaring sosial populer yang diluncurkan pada 4 Februari 2004. Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg, seorang Mahasiswa Harvard kelahiran 14 Mei 1984 dan mantan murid Ardsley High School. Keanggotaannya pada awalnya dibatasi untuk siswa dari Harvard College. Dalam dua bulan selanjutnya, keanggotaannya diperluas ke sekolah lain di wilayah Boston (Boston College, Boston University, MIT, Tufts), Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, dan semua sekolah yang termasuk dalam Ivy League. Banyak perguruan tinggi lain yang selanjutnya ditambahkan berturut-turut dalam kurun waktu satu tahun setelah peluncurannya. Akhirnya, orang-orang yang memiliki alamat surat-e suatu universitas (seperti: .edu, .ac, .uk, dll) dari seluruh dunia dapat juga bergabung dengan situs jejaring sosial ini. Selanjutnya dikembangkan pula jaringan untuk sekolah-sekolah tingkat atas dan beberapa perusahaan besar. Sejak 11 September 2006, orang dengan alamat surat-e apa pun dapat mendaftar di Facebook. Pengguna dapat memilih untuk bergabung dengan satu atau lebih jaringan yang tersedia, seperti berdasarkan sekolah, tempat kerja, atau wilayah geografis.
Hingga Juli 2007, facebook memiliki jumlah pengguna terdaftar paling besar di antara situs-situs yang berfokus pada sekolah dengan lebih dari 34 juta anggota aktif yang dimilikinya dari seluruh dunia. Dari September 2006 hingga September 2007, peringkatnya naik dari posisi ke-60 ke posisi ke-7 situs paling banyak dikunjungi, dan merupakan situs nomor satu untuk foto di Amerika Serikat, mengungguli situs publik lain seperti Flickr, dengan 8,5 juta foto dimuat setiap harinya.
Fitur hiburan dalam Facebook disebut aplikasi. Contohnya antara lain permainan video, kuis, dan lain sebagainya.
2. Twitter
Twitter adalah sebuah situs mikroblog dan situs web jejaring sosial yang memberikan fasilitas bagi pengguna untuk mengirimkan "pembaharuan" berupa tulisan teks dengan panjang maksimum 140 karakter melalui SMS, pengirim pesan instan, surat elektronik, atau aplikasi seperti Twitterrific dan Twitbin. Twitter didirikan pada Maret 2006 oleh perusahaan rintisan Obvious Corp. Kata twitter secara harfiah berarti 'berkicau'.Situs ini mempunyai konsep blog mikro dalam penggunaannya. Di Indonesia situs jejaring sosial ini mempunyai pengguna aktif yang cukup banyak.Kesuksesan Twitter membuat banyak situs lain meniru konsepnya, kadang menawarkan layanan spesifik lokal suatu negara atau menggabungkan dengan layanan lainnya. Suatu sumber bahkan menyebutkan bahwa paling tidak ada 111 situs web yang memiliki layanan mirip dengan Twitter
3. Friendster
Friendster, yang ide penamaannya berasal dari nama Napster, adalah sebuah situs web jejaring sosial yang memberikan fasilitas untuk membuat profil dan kemudian mengisi data dirinya untuk kemudian mendapatkan akun di Friendster. Dalam Friendster, kita juga dapat melihat teman dari teman kita dan teman dari teman dari teman kita, selain melihat teman kita sendiri.
Friendster dimulai sejak tahun 2002 oleh Jonathan Abrams dan sekarang sudah melewati masa beta test. Sejak awal 2005, Friendster juga telah memulai fitur blog. Saat ini Friendster telah menginternasionalisasi bahasanya yang semula hanya bahasa Inggris, saat ini telah tersedia bahasa Indonesia, bahasa Tionghoa, bahasa Spanyol, bahasa Korea, bahasa Jepang, bahasa Vietnam, bahasa Malaysia.
Sejak Desember 2009 MOL Malaysia telah membeli Friendster seharga AS$ 100 juta.
4. MySpace
MySpace adalah situs web jejaring sosial populer yang menawarkan jaringan antar teman, profil pribadi, blog, grup, foto, musik, dan video untuk remaja dan dewasa di seluruh dunia. MySpace adalah tempat untuk mempromosikan band baru. Markas situs ini terletak di Beverly Hills, California, Amerika Serikat.
5. Multiply
Multiply.com menyediakan layanan blog. Blog yang di-posting ke Multiply.com dapat secara otomatis diteruskan ke akun LiveJournal, Blogger atau TypePad. Dimungkinkan pula untuk mem-posting via surat elektronik atau MMS. Pengguna juga dapat memberikan komentar terhadap sebuah film atau buku, dan pengguna juga dapat berbagi jadwal acara berdasarkan kalender.
Dampak negatif dan positif dari jejaring sosial :
DAMPAK NEGATIF:
1. Seseorang akan menjadi malas belajar berkomunikasi di dunia nyata. tingkat pemahaman bahasa pun menjadi terganggu.
2. Kecanduan situs jejaring sosial seperti Facebook atau MySpace juga bisa membahayakan kesehatan karena memicu orang untuk mengisolasikan diri. Meningkatnya pengisolasian diri dapat mengubah cara kerja gen, membingungkan respons kekebalan, level hormon, fungsi urat nadi, dan merusak performa mental.
3. Situs jejaring sosial membuat anak dan remaja rentan terhadap sensasi.
4. Seseorang yang menghabiskan waktunya di depan komputer akan jarang berolahraga sehingga kecanduan aktivitas ini dapat menimbulkan kondisi fisik yang lemah, bahkan obesitas.
5. Kerusakan fisik juga sangat mungkin terjadi. Bila menggunakan mouse atau memencet keypad ponsel selama berjam-jam setiap hari, seseorang dapat mengalami cedera tekanan yang berulang-ulang. Penyakit punggung juga merupakan hal yang umum terjadi, pada orang-orang yang menghabiskan banyak waktu duduk di depan meja komputer.
6. Situs jejaring sosial adalah lahan subur bagi predator untuk melakukan kejahatan. kita tidak akan pernah tahu apakah seseorang yang baru dikenal anak kita di internet, menggunakan jati diri yang sesungguhnya.
7. Media elektronik, seperti komputer, laptop, atau handphone (ponsel) juga menghancurkan secara perlahan-lahan kemampuan anak-anak dan kalangan dewasa muda untuk mempelajari kemampuan sosial dan membaca bahasa tubuh. Maksudnya adalah seseorang akan mengalami pengurangan interaksi dengan sesama mereka dalam jumlah menit per hari-nya menyebabkan jumlah orang yang tidak dapat diajak berdiskusi mengenai masalah penting, menjadi semakin meningkat setiap harinya.
DAMPAK POSITIF:
1. Memperluas pergaulan dan jaringan pertemanan
2. Sebagai media promosi dalam bisnis.
3. Situs jejaring sosial membuat menjadi lebih bersahabat, perhatian, dan empati. misalnya memberikan perhatian pada saat temannya berulang tahun, mengomentari foto, video, status teman mereka dan menjaga hubungan persahabatan meski tidak dapat bertemu secara fisik.
4. Dapat belajar mengembangkan keterampilan teknis dan sosial yang sangat dibutuhkan di era digital seperti ini.
5. Anak dan remaja akan termotivasi untuk belajar mengembangkan diri melalui teman-teman yang mereka jumpai secara online, karena disini mereka berinteraksi dan menerima umpan balik satu sama lain.
Tulisan ini diambil dari :
~ http://terselubung.blogspot.com/2010/04/5-situs-jejaring-sosial-terfavorit.html
~ http://ictfiles.com/detail/FYI/2010/03/21/pengaruh_situs_jejaring_sosial_facebook_twitter_terhadap_para_penggunanya
~ http://blog.kiosdigital.net/2010/04/dampak-jejaring-sosial-bagi-anak-dan.html
Jumat, 05 November 2010
Internet Dan Anak
Amelia Resky/ Maemelia@ymail.com
Bachty Halomoan S/Bachtysiagian@yahoo.com
Fadil Wahyu adhitama/ Fadil_adhitama@yahoo.com
Ratna Sari Fauziah/ Gratna_Niezz@yahoo.com
Siti Allia N.K/ alliaklarina@ymail.com
Internet adalah lingkungan Virtual yang luas . Anak – anak dapat mengakses kekayaan informasi tentang banyak topik. Disana mereka dapat berbagi pengalaman dan minat untuk mendobrak hambatan budaya. Anak – anak juga dapat mendengarkan music dari seluruh dunia. Selain itu setiapa anak dapat mudah mengakses game , baik itu game yang menguji keterampilan da koordinasi. Adapun bahaya yang dapat merenggut masa- masa kanak – kanak mereka yaitu akses pornografi dan kekerasan.
Bahaya Akses pornografi ini harus kita tindak lanjuti dengan Dapat menyaring serta apa saja akses jaringan internet yang dapat mereka buka , agar mereka tidak terjerumus oleh akse- akses berbau pornogarfi serta kekerasan. Jangan sampai anak – anak Indonesia makin diperdaya oleh lingkungan Virtual ini.
Adapun beberapa kekuatiran yang sangat berbahaya bagi perkembangan masa pertumbuhan anak – anak karena internet dapat diakses secara bebas serta dapat menghancurkan pola prilaku dan sifat – sifat anak Indonesia yang sangat polos serta mereka merupakan korban dari predator seksual dan cyber – bullies.
Kemudian daripada itu penggunaan internet di negara maju dan berkembang semakin pesat dan yang paling mengagetkan adalah penggunaan ini dipakai oleh beberapa juta anak di Dunia. Selain itu pemakain mereka sangat berlebihan, ini sangatlah bahaya ,apalagi anak-anak mengakses internet dari usia dini. Terutama anak-anak mengakses internet melalui world wide web. anak-anak menggunakan web untuk mengakses sumber informasi melalui pencarian web dan situs web browsing preferen; berkomunikasi menggunakan e-mail, instant messaging, diskusi, dan akses musik, video, dan permainan komputer Sumber daya ini memungkinkan orang tua untuk membatasi anak-anak kontak e-mail dan program secara otomatis menyaring konten dipertanyakan dan spam. hampir semua e-mail lain layanan memungkinkan mengatur filter tetapi sumber daya anak zaman ini menarik bagi orang tua yang tidak merasa percaya diri memodifikasi program preferensi dan pilihan.SimakBaca secara fonetik
Walaupun sumber daya anak berorientasi internet meningkat dalam jumlah dan popularitas, mengingat sifat tidak terorganisir dan yang tidak diatur internet, mereka tidak sangat mudah dan anak-anak masih mungkin terpapar secara tidak sengaja ke konten pantas. juga, sebagian besar sumber daya yang terlalu ketat, misalnya, karena konten "dewasa" dari beberapa artikel ensiklopedia, anak-anak tidak dapat mengakses sumber daya di mana-mana seperti ensiklopedia buku dunia melalui banyak sumber daya yhe. akhirnya, dan mungkin yang paling penting, secara pasif membatasi anak-anak akses ke informasi mungkin pantas dan sumber daya di internet, anak-anak tidak dapat belajar untuk secara aktif menilai dan mengevaluasi informasi internet.
Yang tidak diinginkan paparan pornografi dan kebencian
Sangat sedikit penelitian telah dilakukan pada pengaruh pada anak-anak dari pornografi dan benci situs di internet. pornografi adalah hebat sampai lazim internet, gambar pornografi yang tersedia di jutaan situs web dan melalui ratusan ribu sumber internet. sementara materi pornografi umumnya cukup jelas dan mudah disepakati, benci adalah lebih berbahaya, membenci bisa sulit untuk menemukan dan menentukan.
Sangat sedikit penelitian mengenal efek dari pornografi pada anak yang membuka situs pornografi. Pornografi secara umum terdapat diseluruh internet ; gambar pornografi tersedia milyaran di dalam website dan mungkin ratusan bahkan ribuan dari sumber internet.
Banyak cara anak - anak untuk mengakses pornografi dengan cara disengaja dan tidak disengaja. Anak-anak bisa mengakses pornografi melalui pencarian website (misal: pencarian tentang seks dari google) atau melalui alamat yang memungkinkan. Bagaimanapun anak-anak sangat menyukai akses pornografi yang tidak disengaja. Penyebar pornografi dapat membuat email-email yang tidak berguna atau mengajak penerima untuk mengakses pornografi.
Semakin banyak berita yang melibatkan anak-anak karena internet. Orang tua menjadi merasa prihatin karena anak-anak mereka semakin jauh dari rumah, karena anak-anak semakin masuk ke dalam lingkungan internet.Sejumlah anak-anak yang dilaporkan sebagai korban pelecehan internet mereka juga melaporkan sebagai pelaku pelecehan internet.
Dalam ringkasan, penelitian tentang penggunaan internet dan terjadinya kekerasan sangat erat . Mengakses internet lebih banyak dampaknya terhadap kekerasan dan pelecehan trehadap anak-anak. Bagaimanapun, dari kejadian tersebut dapat lebih menghancurkan korban pada anak.
Ada beberapa pendekatan efek-efek merusak yang telah digunakan untuk melindungi anak-anak dari internet. salah satu pendekatan adalah untuk mengatur bahan apa yang dapat didistribusikan internet bertindak sebagai online telah disahkan oleh kongres negara bersatu pada tahun 1998, melarang penyedia layanan internet komersial dari distribusi tidak pantas untuk anak di bawah umur. meskipun undang-undang ini belum pernah diambil karena berpengaruh tantangan terhadap pengadilan,undang-undang melanggar hak amandemen pertama untuk kebebasan berbicara, banyak negara telah membuat hukum yang sama. dalam menanggapi hukum potensial, situs pornografi banyak ditutup, hanya untuk di dominan lain di luar Amerika Serikat.
Hubungan antara niat dan perilaku yang sebenarnya kompleks dan anak-anak tidak mungkin meterjemahkan pengetahuan baru mereka dan sikap terhadap internet untuk perilaku yang aman di internet. solusi perangkat lunak dapat membantu anak-anak belajar untuk mengendalikan perilaku mereka di internet dengan memaksa mereka untuk secara kritis menilai sumber daya internet sebelum menggunakannya hanya sebagai pengasuh anak-anak untuk menyeberang jalan dengan aman. solusi perangkat lunak cerdas dapat dibuat untuk membantu anak-anak menjelajahi internet. dia dari sekedar memblokir sumber daya, versi baru dari perangkat lunak penyaringan memungkinkan akses ke sebagian sumber daya dan mengharuskan anak untuk benar menjawab serangkaian pertanyaan kritis penilaian sebelum melanjutkan ke seluruh sumber daya.
Internet adalah banyak lingkungan virtual tak terbatas dengan banyak kemungkinan untuk perkembangan anak yang positif dan eksplorasi. anak-anak bisa mengunjungi banyak tempat, mengeksplorasi banyak budaya, mencoba banyak teknologi, dan berkomunikasi dengan banyak orang yang berbeda. pengalaman ini membantu anak-anak mengembangkan kognitif dan sosial. internet juga memiliki sisi berkelim. anak-anak bisa terkena pornografi dan benci, dilecehkan, mengintai, dan diculik. dengan memberdayakan anak-anak kita untuk mendapatkan keterampilan penilaian kritis dan menjadi internet bijaksana, kita dapat membantu mereka memperluas pikiran mereka dan dunia aman melalui internet.
Tiga pendekatan telah digunakan untuk melindungi anak-anak dari efek merusak dari internet. Satu pendekatan adalah untuk melegalisasi apa bahan dapat didistribusikan di internet. Perlindungan Anak Online Act (COPA) disahkan oleh Kongres Amerika Serikat pada tahun 1998, melarang penyedia layanan internet komersial dari mendistribusikan konten pantas untuk anak di bawah umur. Meskipun undang-undang ini belum pernah diambil berpengaruh karena tantangan pengadilan bahwa undang-undang melanggar hak Perubahan Pertama kebebasan berbicara, banyak negara telah membuat hukum yang sama. Dalam menanggapi hukum potensial, situs pornografi banyak ditutup, hanya untuk muncul kembali di domain lain host di luar Amerika Serikat.
Seperti disebutkan sebelumnya, pendekatan lain untuk melindungi anak dari bahaya internet telah menjadi pengembangan perangkat lunak untuk menyaring atau memblokir akses anak-anak terhadap sumber daya ofensif. Pada bagian, ini berasal dari undang-undang. Anak-anak Perlindungan Seni Internet (CIPA), disahkan oleh Kongres Amerika Serikat pada tahun 2000, membutuhkan sekolah dan perpustakaan umum untuk menginstal filtering software pada semua komputer dalam rangka memenuhi persyaratan untuk pendanaan federal. Meskipun sebagian CIPA telah tertimpa oleh Mahkamah Agung, berbagai negara telah memberlakukan undang-undang yang sama. Banyak sekolah dan perpustakaan telah menginstal perangkat lunak penyaringan dan perusahaan komersial seperti Nanny Bersih dan Cyber Sitter ekstensif terlibat dalam program penyaringan kepada orang tua mereka .
Simak
Baca secara fonetik
Keduanya atau pendekatan ini, aturan-aturan konten hukum dan konten memblokir, muncul untuk melindungi anak dengan mencoba untuk mencegah akses ke konten yant tidak disetujui. Bagaimanapun , tidak satupun berhasil. Internet adalah terlalu besar kepada polisi semua sumber daya yang pantas, sebagai salah satu situs menutup turun lagi terbuka, sering di negara lain yang kebal terhadap undang-undang. Menyaring software tidak bisa memblok konten yang tidak pantas tanpa saverely membatasi konten diakses. Richardson et al (2002) menemukan bahwa penyaringan perangkat lunak secara signifikan blok akses ke topik kesehatan yang penting untuk anak-anak dan remaja, mulai dari kondom dan penyakit menular seksual untuk diet dan depresi. Demikian pula, Laporan Consunier ("Filtering Perangkat Lunak." 2005) studi tentang penyaringan perangkat lunak menemukan bahwa perangkat lunak yang paling diblokir pornografi sangat baik tetapi juga asuhan seks diblokir dan situs gender. Perangkat lunak ini juga diblokir membenci buruk, yang memungkinkan hasil pada terorisme, senjata-keputusan, dan kekerasan, sementara memblokir sumber daya pendidikan narkoba. Ise dari penyaringan perangkat lunak juga tidak muncul untuk mencegah ajakan seksual yang tidak diinginkan (Mitchell et al 2001.). Selain itu, baik undang-undang atau perangkat lunak kredit penyaringan anak-anak dengan kapasitas untuk menilai dan menyaring konten yang dilarang pada mereka sendiri.
Sebuah paling sukses ketiga, dan kemungkinan, pendekatan adalah untuk mengajar anak-anak untuk secara kritis menilai sendiri. kemampuan berpikir kritis menggarisbawahi hampir semua keputusan tugas dan perlu diajarkan dan umum di berbagai domain, dari membuat pilihan makan sehat, untuk membuat keputusan yang tepat tentang perilaku seksual, pembelian, dan mengumpulkan informasi
Anak-anak menjadi lebih kritis terhadap informasi yang mereka temukan di internet ketika mereka mengembangkan, namun mereka masih mengandalkan internet sebagai sumber informasi yang penting. Sebagai bagian dari penelitian yang lebih besar (Varnhagen, data tidak dipublikasikan), kami meminta siswa di tahun kedelapan dan sebelas kelas dan universitas yang pertama dari tiga sumber, artikel ensiklopedia, koran, atau Web, kemungkinan besar untuk memberikan informasi yang dapat dipercaya. Hampir tiga-perempat anak-anak kelas delapan menunjukkan bahwa Web adalah sumber yang paling dapat dipercaya dar informasi sementara kurang dari siswa kelas XI dan satu-seperlima dari mahasiswa diperingkat informasi dari Web untuk menjadi yang paling dapat dipercaya. Terlepas dari keyakinan mereka tentang hal yang dapat dipercaya, bagaimanapun, hampir semua siswa menunjukkan bahwa mereka menggunakan informasi dari Web dalam menulis laporan sekolah.
Kritis penilaian karena hal internet membutuhkan anak-anak untuk menilai penulis dan host dari sumber daya Internet; tujuan dan target pembaca untuk sumber daya, akurasi, objektivitas, kelengkapan, dan mata uang suatu informasi, dan relevansi sumber daya Internet untuk mereka kebutuhan (Varnhagen, 2002). Misalnya, mencari informasi awal remaja di Web tentang jerawat perlu menilai penulis: adalah penulis yang berilmu? Jika penulis memiliki pengetahuan, informasi tersebut mungkin secara keseluruhan menjadi lebih kredibel daripada jika penulis memiliki pengetahuan terbatas jerawat.
Para remaja juga perlu menentukan tujuan dan sasaran dari sumber: apakah sumber daya iklan produk? Sebuah sumber informasi medis? Sebuah kisah istri tua? Seseorang keyakinan? iklan Produk bias terhadap mempengaruhi dan keputusan pembelian. Sebuah sumber daya dengan tujuan pf memberikan informasi medis: Bagaimana akurat adalah nasihat? Apakah informasi berdasarkan informasi medis obyektif? Apakah lengkap? Apakah up-to-date? Informasi jerawat telah berubah selama beberapa tahun terakhir, penelitian medis terbaru menunjukkan bahwa agen draying lebih cenderung mengkritik kulit dan mengakibatkan jaringan parut. Selain itu, anak harus menentukan apakah sumberdaya sangat relevan dengan kebutuhan nya.
Tidak perlu dikatakan, anak-anak sangat tidak mungkin untuk melakukan semacam penilaian yang luas dari banyak dari jutaan atau sumber daya yang dihasilkan dari mencari informasi tentang jerawat. Memang, Brem et al., (2001) menemukan bahwa remaja mengevaluasi situs Web secara ilmiah valid dan kebohongan sangat kritis dari informasi yang mereka ditemukan. Sebagai contoh, para siswa lebih mengandalkan fitur permukaan, seperti jumlah link ke situs lain, dalam evaluasi mereka informasi. Meskipun mereka mengakui bahwa beberapa penulis memiliki motif tersembunyi. Seperti untuk menjual atau membujuk, motif penulis tidak mungkin untuk mempengaruhi pelaporan yang akurat informasi.
Anak-anak mungkin bahkan cenderung untuk mempertimbangkan secara kritis menilai jenis sumber daya internet, seperti permainan, chatting, pesan intanst, musik, dan video. Misalnya, anak-anak mungkin lebih cenderung tertarik pada sebuah game internet berdasarkan daya tarik visual dan auditori daripada mereka untuk menilai tuan rumah potensial untuk down load virus atau keakuratan facebook diberikan pada kinerja. Mereka tidak akan menganggap seorang teman yang baru bertemu di ruang chat yang menyatakan kepentingan bersama adalah orang lain selain rekan. Mereka cenderung untuk men-download langsung video musik terbaru selundupan dari virus video mempertimbangkan apa yang mungkin membawa dengan itu.
Anak-anak perlu belajar secara kritis menilai sumber daya dan komunikasi yang mereka temui di internet. Pustakawan dan guru sekolah telah mengembangkan sejumlah sumber daya literasi informasi untuk membantu anak-anak belajar untuk secara kritis menilai sumber daya informataional (Schrock, 2001). Sebagai contoh, "Pedoman Kathy Schrock untuk pendidikan "(http:/school.discovery.com/schrockguide/eval.html), salah satu sumber tertua dan paling terkenal, menyediakan satu set pertanyaan ya / tidak untuk anak-anak dari berbagai usia untuk digunakan sebagai mereka menemukan dan mengevaluasi informasi; lebih tua, tinggi usia sekolah remaja didorong untuk kritis menilai konten dan aouthority ot informasi.
Simak
Baca secara fonetik
Selain itu hubungan antara niat dan perilaku yang sebenarnya kompleks (bdk. Ajzen, 2001), bagaimanapun, dan anak-anak tidak dapat menerjemahkan pengetahuan baru mereka dan sikap terhadap internet terhadap perilaku yang aman di internet. solusi perangkat lunak dapat membantu anak-anak belajar mengendalikan perilaku mereka di internet dengan memaksa mereka untuk secara kritis menilai sumber daya internet sebelum menggunakannya. Sama seperti mengajar pengasuh anak-anak untuk menyeberang jalan dengan aman, solusi cerdas perangkat lunak dapat dibuat untuk membantu anak-anak menjelajahi internet. Daripada hanya memblokir sumber daya, versi baru dari perangkat lunak penyaringan memungkinkan akses ke sebagian sumber daya dan membutuhkan anak untuk benar menjawab serangkaian pertanyaan kritis penilaian sebelum melanjutkan ke seluruh sumber daya. Seorang yang cerdas "buddy" aplikasi bisa menunjukkan pasca menyakitkan kita pr komunikasi berpotensi tidak aman. Sampai solusi perangkat lunak cerdas dikembangkan, aplikasi checklist sederhana dapat dibuat untuk mengapung di atas browser internet dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan penilaian kritis yang membantu anak-anak berhenti dan berpikir seperti mereka mengeksplorasi internet. Alat seperti ini akan membantu anak-anak belajar untuk menerapkan apa yang telah mereka pelajari dari judul, sumber-sumber pengajaran, dan intenet kegiatan keselamatan dan permainan ke dunia maya nyata internet.
Internet adalah lingkungan virtual tak terbatas dengan banyak kemungkinan untuk perkembangan anak yang positif dan eksplorasi. Anak-anak bisa mengunjungi banyak tempat, mengeksplorasi banyak budaya, mencoba banyak teknologi dan berkomunikasi dengan banyak orang yang berbeda. Pengalaman ini membantu anak-anak mengembangkan kognitif dan sosial. Internet juga memiliki sisi berkelim. Anak-anak bisa terkena pornografi dan benci dilecehkan, mengintai, dan diculik. Dengan memberdayakan anak-anak kita untuk keterampilan penilaian gandum kritis dan menjadi internet-bijaksana, kami dapat membantu tehm memperluas pikiran mereka dan dunia aman melalui internet.
Bachty Halomoan S/Bachtysiagian@yahoo.com
Fadil Wahyu adhitama/ Fadil_adhitama@yahoo.com
Ratna Sari Fauziah/ Gratna_Niezz@yahoo.com
Siti Allia N.K/ alliaklarina@ymail.com
Internet adalah lingkungan Virtual yang luas . Anak – anak dapat mengakses kekayaan informasi tentang banyak topik. Disana mereka dapat berbagi pengalaman dan minat untuk mendobrak hambatan budaya. Anak – anak juga dapat mendengarkan music dari seluruh dunia. Selain itu setiapa anak dapat mudah mengakses game , baik itu game yang menguji keterampilan da koordinasi. Adapun bahaya yang dapat merenggut masa- masa kanak – kanak mereka yaitu akses pornografi dan kekerasan.
Bahaya Akses pornografi ini harus kita tindak lanjuti dengan Dapat menyaring serta apa saja akses jaringan internet yang dapat mereka buka , agar mereka tidak terjerumus oleh akse- akses berbau pornogarfi serta kekerasan. Jangan sampai anak – anak Indonesia makin diperdaya oleh lingkungan Virtual ini.
Adapun beberapa kekuatiran yang sangat berbahaya bagi perkembangan masa pertumbuhan anak – anak karena internet dapat diakses secara bebas serta dapat menghancurkan pola prilaku dan sifat – sifat anak Indonesia yang sangat polos serta mereka merupakan korban dari predator seksual dan cyber – bullies.
Kemudian daripada itu penggunaan internet di negara maju dan berkembang semakin pesat dan yang paling mengagetkan adalah penggunaan ini dipakai oleh beberapa juta anak di Dunia. Selain itu pemakain mereka sangat berlebihan, ini sangatlah bahaya ,apalagi anak-anak mengakses internet dari usia dini. Terutama anak-anak mengakses internet melalui world wide web. anak-anak menggunakan web untuk mengakses sumber informasi melalui pencarian web dan situs web browsing preferen; berkomunikasi menggunakan e-mail, instant messaging, diskusi, dan akses musik, video, dan permainan komputer Sumber daya ini memungkinkan orang tua untuk membatasi anak-anak kontak e-mail dan program secara otomatis menyaring konten dipertanyakan dan spam. hampir semua e-mail lain layanan memungkinkan mengatur filter tetapi sumber daya anak zaman ini menarik bagi orang tua yang tidak merasa percaya diri memodifikasi program preferensi dan pilihan.SimakBaca secara fonetik
Walaupun sumber daya anak berorientasi internet meningkat dalam jumlah dan popularitas, mengingat sifat tidak terorganisir dan yang tidak diatur internet, mereka tidak sangat mudah dan anak-anak masih mungkin terpapar secara tidak sengaja ke konten pantas. juga, sebagian besar sumber daya yang terlalu ketat, misalnya, karena konten "dewasa" dari beberapa artikel ensiklopedia, anak-anak tidak dapat mengakses sumber daya di mana-mana seperti ensiklopedia buku dunia melalui banyak sumber daya yhe. akhirnya, dan mungkin yang paling penting, secara pasif membatasi anak-anak akses ke informasi mungkin pantas dan sumber daya di internet, anak-anak tidak dapat belajar untuk secara aktif menilai dan mengevaluasi informasi internet.
Yang tidak diinginkan paparan pornografi dan kebencian
Sangat sedikit penelitian telah dilakukan pada pengaruh pada anak-anak dari pornografi dan benci situs di internet. pornografi adalah hebat sampai lazim internet, gambar pornografi yang tersedia di jutaan situs web dan melalui ratusan ribu sumber internet. sementara materi pornografi umumnya cukup jelas dan mudah disepakati, benci adalah lebih berbahaya, membenci bisa sulit untuk menemukan dan menentukan.
Sangat sedikit penelitian mengenal efek dari pornografi pada anak yang membuka situs pornografi. Pornografi secara umum terdapat diseluruh internet ; gambar pornografi tersedia milyaran di dalam website dan mungkin ratusan bahkan ribuan dari sumber internet.
Banyak cara anak - anak untuk mengakses pornografi dengan cara disengaja dan tidak disengaja. Anak-anak bisa mengakses pornografi melalui pencarian website (misal: pencarian tentang seks dari google) atau melalui alamat yang memungkinkan. Bagaimanapun anak-anak sangat menyukai akses pornografi yang tidak disengaja. Penyebar pornografi dapat membuat email-email yang tidak berguna atau mengajak penerima untuk mengakses pornografi.
Semakin banyak berita yang melibatkan anak-anak karena internet. Orang tua menjadi merasa prihatin karena anak-anak mereka semakin jauh dari rumah, karena anak-anak semakin masuk ke dalam lingkungan internet.Sejumlah anak-anak yang dilaporkan sebagai korban pelecehan internet mereka juga melaporkan sebagai pelaku pelecehan internet.
Dalam ringkasan, penelitian tentang penggunaan internet dan terjadinya kekerasan sangat erat . Mengakses internet lebih banyak dampaknya terhadap kekerasan dan pelecehan trehadap anak-anak. Bagaimanapun, dari kejadian tersebut dapat lebih menghancurkan korban pada anak.
Ada beberapa pendekatan efek-efek merusak yang telah digunakan untuk melindungi anak-anak dari internet. salah satu pendekatan adalah untuk mengatur bahan apa yang dapat didistribusikan internet bertindak sebagai online telah disahkan oleh kongres negara bersatu pada tahun 1998, melarang penyedia layanan internet komersial dari distribusi tidak pantas untuk anak di bawah umur. meskipun undang-undang ini belum pernah diambil karena berpengaruh tantangan terhadap pengadilan,undang-undang melanggar hak amandemen pertama untuk kebebasan berbicara, banyak negara telah membuat hukum yang sama. dalam menanggapi hukum potensial, situs pornografi banyak ditutup, hanya untuk di dominan lain di luar Amerika Serikat.
Hubungan antara niat dan perilaku yang sebenarnya kompleks dan anak-anak tidak mungkin meterjemahkan pengetahuan baru mereka dan sikap terhadap internet untuk perilaku yang aman di internet. solusi perangkat lunak dapat membantu anak-anak belajar untuk mengendalikan perilaku mereka di internet dengan memaksa mereka untuk secara kritis menilai sumber daya internet sebelum menggunakannya hanya sebagai pengasuh anak-anak untuk menyeberang jalan dengan aman. solusi perangkat lunak cerdas dapat dibuat untuk membantu anak-anak menjelajahi internet. dia dari sekedar memblokir sumber daya, versi baru dari perangkat lunak penyaringan memungkinkan akses ke sebagian sumber daya dan mengharuskan anak untuk benar menjawab serangkaian pertanyaan kritis penilaian sebelum melanjutkan ke seluruh sumber daya.
Internet adalah banyak lingkungan virtual tak terbatas dengan banyak kemungkinan untuk perkembangan anak yang positif dan eksplorasi. anak-anak bisa mengunjungi banyak tempat, mengeksplorasi banyak budaya, mencoba banyak teknologi, dan berkomunikasi dengan banyak orang yang berbeda. pengalaman ini membantu anak-anak mengembangkan kognitif dan sosial. internet juga memiliki sisi berkelim. anak-anak bisa terkena pornografi dan benci, dilecehkan, mengintai, dan diculik. dengan memberdayakan anak-anak kita untuk mendapatkan keterampilan penilaian kritis dan menjadi internet bijaksana, kita dapat membantu mereka memperluas pikiran mereka dan dunia aman melalui internet.
Tiga pendekatan telah digunakan untuk melindungi anak-anak dari efek merusak dari internet. Satu pendekatan adalah untuk melegalisasi apa bahan dapat didistribusikan di internet. Perlindungan Anak Online Act (COPA) disahkan oleh Kongres Amerika Serikat pada tahun 1998, melarang penyedia layanan internet komersial dari mendistribusikan konten pantas untuk anak di bawah umur. Meskipun undang-undang ini belum pernah diambil berpengaruh karena tantangan pengadilan bahwa undang-undang melanggar hak Perubahan Pertama kebebasan berbicara, banyak negara telah membuat hukum yang sama. Dalam menanggapi hukum potensial, situs pornografi banyak ditutup, hanya untuk muncul kembali di domain lain host di luar Amerika Serikat.
Seperti disebutkan sebelumnya, pendekatan lain untuk melindungi anak dari bahaya internet telah menjadi pengembangan perangkat lunak untuk menyaring atau memblokir akses anak-anak terhadap sumber daya ofensif. Pada bagian, ini berasal dari undang-undang. Anak-anak Perlindungan Seni Internet (CIPA), disahkan oleh Kongres Amerika Serikat pada tahun 2000, membutuhkan sekolah dan perpustakaan umum untuk menginstal filtering software pada semua komputer dalam rangka memenuhi persyaratan untuk pendanaan federal. Meskipun sebagian CIPA telah tertimpa oleh Mahkamah Agung, berbagai negara telah memberlakukan undang-undang yang sama. Banyak sekolah dan perpustakaan telah menginstal perangkat lunak penyaringan dan perusahaan komersial seperti Nanny Bersih dan Cyber Sitter ekstensif terlibat dalam program penyaringan kepada orang tua mereka .
Simak
Baca secara fonetik
Keduanya atau pendekatan ini, aturan-aturan konten hukum dan konten memblokir, muncul untuk melindungi anak dengan mencoba untuk mencegah akses ke konten yant tidak disetujui. Bagaimanapun , tidak satupun berhasil. Internet adalah terlalu besar kepada polisi semua sumber daya yang pantas, sebagai salah satu situs menutup turun lagi terbuka, sering di negara lain yang kebal terhadap undang-undang. Menyaring software tidak bisa memblok konten yang tidak pantas tanpa saverely membatasi konten diakses. Richardson et al (2002) menemukan bahwa penyaringan perangkat lunak secara signifikan blok akses ke topik kesehatan yang penting untuk anak-anak dan remaja, mulai dari kondom dan penyakit menular seksual untuk diet dan depresi. Demikian pula, Laporan Consunier ("Filtering Perangkat Lunak." 2005) studi tentang penyaringan perangkat lunak menemukan bahwa perangkat lunak yang paling diblokir pornografi sangat baik tetapi juga asuhan seks diblokir dan situs gender. Perangkat lunak ini juga diblokir membenci buruk, yang memungkinkan hasil pada terorisme, senjata-keputusan, dan kekerasan, sementara memblokir sumber daya pendidikan narkoba. Ise dari penyaringan perangkat lunak juga tidak muncul untuk mencegah ajakan seksual yang tidak diinginkan (Mitchell et al 2001.). Selain itu, baik undang-undang atau perangkat lunak kredit penyaringan anak-anak dengan kapasitas untuk menilai dan menyaring konten yang dilarang pada mereka sendiri.
Sebuah paling sukses ketiga, dan kemungkinan, pendekatan adalah untuk mengajar anak-anak untuk secara kritis menilai sendiri. kemampuan berpikir kritis menggarisbawahi hampir semua keputusan tugas dan perlu diajarkan dan umum di berbagai domain, dari membuat pilihan makan sehat, untuk membuat keputusan yang tepat tentang perilaku seksual, pembelian, dan mengumpulkan informasi
Anak-anak menjadi lebih kritis terhadap informasi yang mereka temukan di internet ketika mereka mengembangkan, namun mereka masih mengandalkan internet sebagai sumber informasi yang penting. Sebagai bagian dari penelitian yang lebih besar (Varnhagen, data tidak dipublikasikan), kami meminta siswa di tahun kedelapan dan sebelas kelas dan universitas yang pertama dari tiga sumber, artikel ensiklopedia, koran, atau Web, kemungkinan besar untuk memberikan informasi yang dapat dipercaya. Hampir tiga-perempat anak-anak kelas delapan menunjukkan bahwa Web adalah sumber yang paling dapat dipercaya dar informasi sementara kurang dari siswa kelas XI dan satu-seperlima dari mahasiswa diperingkat informasi dari Web untuk menjadi yang paling dapat dipercaya. Terlepas dari keyakinan mereka tentang hal yang dapat dipercaya, bagaimanapun, hampir semua siswa menunjukkan bahwa mereka menggunakan informasi dari Web dalam menulis laporan sekolah.
Kritis penilaian karena hal internet membutuhkan anak-anak untuk menilai penulis dan host dari sumber daya Internet; tujuan dan target pembaca untuk sumber daya, akurasi, objektivitas, kelengkapan, dan mata uang suatu informasi, dan relevansi sumber daya Internet untuk mereka kebutuhan (Varnhagen, 2002). Misalnya, mencari informasi awal remaja di Web tentang jerawat perlu menilai penulis: adalah penulis yang berilmu? Jika penulis memiliki pengetahuan, informasi tersebut mungkin secara keseluruhan menjadi lebih kredibel daripada jika penulis memiliki pengetahuan terbatas jerawat.
Para remaja juga perlu menentukan tujuan dan sasaran dari sumber: apakah sumber daya iklan produk? Sebuah sumber informasi medis? Sebuah kisah istri tua? Seseorang keyakinan? iklan Produk bias terhadap mempengaruhi dan keputusan pembelian. Sebuah sumber daya dengan tujuan pf memberikan informasi medis: Bagaimana akurat adalah nasihat? Apakah informasi berdasarkan informasi medis obyektif? Apakah lengkap? Apakah up-to-date? Informasi jerawat telah berubah selama beberapa tahun terakhir, penelitian medis terbaru menunjukkan bahwa agen draying lebih cenderung mengkritik kulit dan mengakibatkan jaringan parut. Selain itu, anak harus menentukan apakah sumberdaya sangat relevan dengan kebutuhan nya.
Tidak perlu dikatakan, anak-anak sangat tidak mungkin untuk melakukan semacam penilaian yang luas dari banyak dari jutaan atau sumber daya yang dihasilkan dari mencari informasi tentang jerawat. Memang, Brem et al., (2001) menemukan bahwa remaja mengevaluasi situs Web secara ilmiah valid dan kebohongan sangat kritis dari informasi yang mereka ditemukan. Sebagai contoh, para siswa lebih mengandalkan fitur permukaan, seperti jumlah link ke situs lain, dalam evaluasi mereka informasi. Meskipun mereka mengakui bahwa beberapa penulis memiliki motif tersembunyi. Seperti untuk menjual atau membujuk, motif penulis tidak mungkin untuk mempengaruhi pelaporan yang akurat informasi.
Anak-anak mungkin bahkan cenderung untuk mempertimbangkan secara kritis menilai jenis sumber daya internet, seperti permainan, chatting, pesan intanst, musik, dan video. Misalnya, anak-anak mungkin lebih cenderung tertarik pada sebuah game internet berdasarkan daya tarik visual dan auditori daripada mereka untuk menilai tuan rumah potensial untuk down load virus atau keakuratan facebook diberikan pada kinerja. Mereka tidak akan menganggap seorang teman yang baru bertemu di ruang chat yang menyatakan kepentingan bersama adalah orang lain selain rekan. Mereka cenderung untuk men-download langsung video musik terbaru selundupan dari virus video mempertimbangkan apa yang mungkin membawa dengan itu.
Anak-anak perlu belajar secara kritis menilai sumber daya dan komunikasi yang mereka temui di internet. Pustakawan dan guru sekolah telah mengembangkan sejumlah sumber daya literasi informasi untuk membantu anak-anak belajar untuk secara kritis menilai sumber daya informataional (Schrock, 2001). Sebagai contoh, "Pedoman Kathy Schrock untuk pendidikan "(http:/school.discovery.com/schrockguide/eval.html), salah satu sumber tertua dan paling terkenal, menyediakan satu set pertanyaan ya / tidak untuk anak-anak dari berbagai usia untuk digunakan sebagai mereka menemukan dan mengevaluasi informasi; lebih tua, tinggi usia sekolah remaja didorong untuk kritis menilai konten dan aouthority ot informasi.
Simak
Baca secara fonetik
Selain itu hubungan antara niat dan perilaku yang sebenarnya kompleks (bdk. Ajzen, 2001), bagaimanapun, dan anak-anak tidak dapat menerjemahkan pengetahuan baru mereka dan sikap terhadap internet terhadap perilaku yang aman di internet. solusi perangkat lunak dapat membantu anak-anak belajar mengendalikan perilaku mereka di internet dengan memaksa mereka untuk secara kritis menilai sumber daya internet sebelum menggunakannya. Sama seperti mengajar pengasuh anak-anak untuk menyeberang jalan dengan aman, solusi cerdas perangkat lunak dapat dibuat untuk membantu anak-anak menjelajahi internet. Daripada hanya memblokir sumber daya, versi baru dari perangkat lunak penyaringan memungkinkan akses ke sebagian sumber daya dan membutuhkan anak untuk benar menjawab serangkaian pertanyaan kritis penilaian sebelum melanjutkan ke seluruh sumber daya. Seorang yang cerdas "buddy" aplikasi bisa menunjukkan pasca menyakitkan kita pr komunikasi berpotensi tidak aman. Sampai solusi perangkat lunak cerdas dikembangkan, aplikasi checklist sederhana dapat dibuat untuk mengapung di atas browser internet dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan penilaian kritis yang membantu anak-anak berhenti dan berpikir seperti mereka mengeksplorasi internet. Alat seperti ini akan membantu anak-anak belajar untuk menerapkan apa yang telah mereka pelajari dari judul, sumber-sumber pengajaran, dan intenet kegiatan keselamatan dan permainan ke dunia maya nyata internet.
Internet adalah lingkungan virtual tak terbatas dengan banyak kemungkinan untuk perkembangan anak yang positif dan eksplorasi. Anak-anak bisa mengunjungi banyak tempat, mengeksplorasi banyak budaya, mencoba banyak teknologi dan berkomunikasi dengan banyak orang yang berbeda. Pengalaman ini membantu anak-anak mengembangkan kognitif dan sosial. Internet juga memiliki sisi berkelim. Anak-anak bisa terkena pornografi dan benci dilecehkan, mengintai, dan diculik. Dengan memberdayakan anak-anak kita untuk keterampilan penilaian gandum kritis dan menjadi internet-bijaksana, kami dapat membantu tehm memperluas pikiran mereka dan dunia aman melalui internet.
Langganan:
Postingan (Atom)